Ini video CIMSA yang diputar saat penutupan konferensi tentang kampanye kolaborasi interprofesi HPEQ (Heath Professionals Education Quality) Conference di Bali kemarin :)
Showing posts with label Perubahan. Show all posts
Showing posts with label Perubahan. Show all posts
Wednesday, December 7, 2011
Saturday, December 3, 2011
Wednesday, September 28, 2011
PUSAKA (Perwujudan Nasionalisme dalam Asa dan Karya)
Tanggal 17 Agustus adalah hari Kemerdekaan Indonesia. Di hari ini, semua orang kembali mengenang perjuangan, kembali mengenang para pahlawan kita, kembali mengenang veteran. Kita berpikir bagaimana bersyukurnya kita karena para pejuang itu. Tetapi, pernahkah kita berpikir apakah yang mereka harapkan dari perjuangan mereka dulu itu? Apakah yang mereka kira akan mereka dapatkan dari hasil perjuangan mereka? Apa yang telah kita persembahkan kepada mereka sebagai tanda terima kasih kita?
Untuk itu, kami generasi IV LKMM ISMKI wilayah 2 ‘Popcorn‘ mengadakan sebuah aksi berbentuk diskusi nasionalisme bersama dengan para veteran yang akan kami laksanakan tanggal 20 Agustus 2011 di Markas Cabang Legiun Veteran Kota Bandung.
Kami akan menemukan kembali perjalanan mereka dalam memperjuangkan Indonesia. Kami akan bertukar keluh kesah dengan mereka, seputar negara tercinta, tentunya. Kami berikan persembahan kami sebagai wujud terima kasih kepada mereka. Namun, perjuangan tidak akan berakhir hanya di mereka saja. Kami akan membawakan amanat-amanat dari mereka untuk kita, para pejuang muda Indonesia. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka, saudaraku pemuda pemudi Indonesia! Jika bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi yang punya ide-ide untuk membangun negara ini?
Bapak Hasan, seorang mantan narapidana dari Nusa Kambangan, menekankan bahwa generasi muda harus dibina. Generasi muda merupakan kunci dari masa depan bangsa ini. Generasi muda harus dibentuk menjadi generasi yang patut diteladani, dengan sejuta ide brilian, agar masa depan bangsa kita tidak terancam. Generasi muda, generasi muda, generasi muda. Siapakah generasi muda ini? Kita.Pemuda-pemudi Indonesia. Sekarang kembali ke kita. Ada berapa orang yang peduli akan negaranya? Siapa yang peduli tentang kelangsungan hidup saudara-saudaranya? Siapa yang ingin lebih makmur?
LOMBA ESAI DAN FOTOGRAFI - POPCORN
1. Tema lomba Esai dan Fotografi adalah “Gagasan Pemuda Indonesia untuk Bangsa”.
2. Peserta lomba Esai dan Fotografi adalah mahasiswa aktif dari seluruh universitas di Indonesia.
3. Karya yang dikirim adalah belum pernah diikutkan lomba dan dipublikasikan di media cetak atau online apapun.
4. Karya yang dikirim ke Panitia tidak dikembalikan dan menjadi koleksi Panitia. Panitia diberikan hak dan wewenang untuk mempublikasikan setiap karya yang terdaftar dengan tetap mencantumkan nama pembuatnya.
5. Dengan mengirimkan karya berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia
6. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila diketahui melakukan kecurangan.
7. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
KETENTUAN LOMBA ESAI
1. Esai berisi gagasan konkret mengenai hal yang dapat dilakukan oleh pemuda untuk Indonesia sesuai dengan bidang yang dikuasainya untuk memperbaiki keadaan pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial kemasyarakatan, politik, ekonomi, hukum dan lain-lain.
2. Ketentuan penulisan esai ilmiah:
a. Naskah esai diketik sebanyak 2.500-3.500 karakter.
b. Esai diketik dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
c. Esai diketik dengan 1,5 spasi pada kertas berukuran HVS A4 jenis huruf Times New Roman dan ukuran font 12
d. Batas pengetikan: kiri 4 cm, kanan, atas dan bawah 3 cm.
e. Judul diketik dengan huruf kapital.
f. Di bawah judul disertakan nama penulis.
KETENTUAN LOMBA FOTOGRAFI
1. Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah hasil pemotretan menggunakan kamera digital atau kamera analog (kamera film).
2. Olah digital sebatas kamar gelap diperbolehkan.
3. Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto atau menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto.
4. Setiap foto harus dilengkapi secara terpisah berupa identitas diri peserta seperti: nama fotografer, judul foto, dan deskripsi singkat karya.
5. Foto dicetak ukuran 10R. Softcopy dimasukkan ke dalam CD dan dikirim bersamaan cetakan foto.
REGISTRASI DAN PENGUMPULAN KARYA
1. Peserta membayar biaya registrasi pendaftaran sebesar Rp 25.000,00 untuk setiap karya melalui:
· Tiara Mangera Sarambu Bank Mandiri no. Rekening 1450006867655
(Pembayaran dapat dilakukan secara kolektif dan ditransfer bersamaan dengan biaya pendaftaran karya lain)
2. Bukti pembayaran biaya registrasi disertakan bersama karya dan dikonfirmasikan via sms kepada Asiah Abdillah di nomor 085759940209.
3. Karya Esai dan Foto dicetak rangkap 3 (tiga) disertai dengan fotokopi KTM dan KTP/SIM/Paspor) serta biodata singkat: nama, alamat lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail dan CV singkat.
4. Kelengkapan di atas dimasukkan ke dalam amplop tertutup dan dikirimkan ke Sekretariat Panita Lomba GPIB a/n Juniarto Jaya Pangestu atau Fathimah Sulistyowati via Pos ke alamat: Gedung Senat Mahasiswa FKUI, Jl. Salemba Raya 6 Jakarta Pusat 10430 .
5. Pada sudut kiri atas amplop, tuliskan “Lomba Esai dan Fotografi GPIB”
6. Karya diterima paling lambat tanggal 28 Oktober 2011.
JADWAL
1. Pengumpulan karya 20 September – 28 Oktober 2011
2. Pengumuman pemenang 9 Desember 2011
3. Grand launching buku dan penyerahan hadiah 18 Desember 2011
TIM JURI
§ Bambang Harymurti, Direktur Utama Tempo Group
§ Pandji Pragiwaksono, Entertainer, penulis buku Nasional.is.me
§ dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ; Anggota DPR RI Komisi IX, penulis, psikiater
§ Arbain Rambey, Fotografer Senior Harian Kompas
§ Darwis Triadi, Fotografer independen
*) Juri sedang dalam konfirmasi
PENGHARGAAN
Dua karya terbaik dari masing-masing cabang lomba akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan dengan rincian sebagai berikut:
1. Juara pertama mendapatkan uang tunai senilai Rp 2.000.000 dan piagam penghargaan
2. Juara kedua mendapatkan uang tunai senilai Rp 1.000.000 dan piagam penghargaan
Selain itu, 20 karya terbaik dari masing-masing cabang perlombaan akan dipublikasikan dalam buku yang kemudian didistribusikan ke universitas-universitas dan mahasiswa di Indonesia. Pemenang pertama dan kedua, dan peserta yang karya-karyanya terpilih untuk dimuat dalam buku akan diundang menjadi pembicara dalam acara Grand Launching sekaligus Bedah Buku ‘Pusaka’.
Contact Person:
Juniarto Pangestu 085719319238
Alvin Rifqi 085651014388
Fathimah Sulistyowati 08568387737
Website: http://popcorn4th.co.nr
Wednesday, August 17, 2011
Indonesia dan Malaysia
Semua yang akan saya tulis adalah point of view dari saya ya. Jadi kalau bikin kontra yaaaa terima ajeu :p
ehm ehm.
Saya lebih suka orang Malaysia yang menghormati Indonesia daripada orang Indonesia yang kerjaannya menjelek-jelekkan Malaysia.
Sudut pandang baru ini saya dapatkan mungkin karena saya satu asrama dengan anak-anak Malaysia yang juga sedang menuntut ilmu di UNPAD :)
Mereka begitu baik, ya meskipun sesekali bikin jengkel juga sih.
Ingat waktu kita sedang ramai-ramainya menonton pertunjukan sepak bola -atau badminton yah? saya lupa- Indonesia melawan Malaysia.
Kami menonton bersama di ruang belajar. Semuanya sportif. Saling endukung negaranya masing-masing.
Sampai pada akhirnya Indonesia harus menanggung kekalahan atas Malaysia.
Saya pikir mereka -anak Malaysia- akan mengejek kita-kita.
Tapi saya salah. ya, salah.
Mereka tetap memberi semangat untuk kita dan tidak sombong dengan kemenangannya.
Kita pun menerima kekalahan itu dengan lapang dada :)
Semuanya indah, semuanya senang ^^
Lalu bagaimana dengan kasus pulau Sipadan Ligitan dan lainnya?
Yaaa mereka tidak tahu-menahu, tidak ikut campur dalam urusan itu. Dan jika memang benar seperti apa yang telah diberitakan, ternyata mereka merasa malu.
Saya? saya pun tidak berhak menyalahkan mereka toh?
Kalau dulu semasa SMA saya didoktrin oleh guru PKn saya untuk membenci Malaysia. Beliau menuliskan kata-kata kasar di papan tulis untuk Malaysia. Saya mah ya namanya masih lugu -cie lugu- ngikutin aja yah apa yang dikata guru :)
Tidak sepenuhnya salah si, kita memang harus diajar untuk cinta kepada bangsa sendiri.
Tapi saya tidak setuju kalau disuruh untuk membenci negara lain.
Kalau ditanya, kamu ga benci dengan apa yang sudah dilakukan Malaysia pada Indonesia?
Ya saya benci. Saya benci dengan apa yang dilakukan Malaysia tersebut.
Tapi apa semua orang Malaysia demikian??
Tidak, sama sekali tidak.
Di hari kemerdekaan Indonesia ini pun banyak orang Malaysia yang memberikan selamat kepada Indonesia. Berterima kasih kepada Indonesia dengan segala bantuan dan kerjasama yang baik.
Jadi jangan mikir yang jeleknya aja yah ;)
Saya lebih menaruh hormat saya pada mereka -orang Malaysia- yang juga hormat pada Indonesia daripada orang Indonesia yang kerjanya menghujat, menghina dan teman-temannya itu.
Memangnya kalian sudah lakukan apa untuk Indonesia, hah??
Ingat, perekonomian kita juga ditanggung oleh para TKI disana. Dan masih banyak lagi kerjasama yang lain.
Demi apapun yang sudah saya tulis di atas,
Dirgahayu Republik Indonesia! Semoga Rakyat Indonesia Sejahtera Selamanya :))
Angkat tanganmu untuk Indonesia!
Hidup Mahasiswa!! Hidup Rakyat Indonesia!!
[ Read More ]
ehm ehm.
Saya lebih suka orang Malaysia yang menghormati Indonesia daripada orang Indonesia yang kerjaannya menjelek-jelekkan Malaysia.
Sudut pandang baru ini saya dapatkan mungkin karena saya satu asrama dengan anak-anak Malaysia yang juga sedang menuntut ilmu di UNPAD :)
Mereka begitu baik, ya meskipun sesekali bikin jengkel juga sih.
Ingat waktu kita sedang ramai-ramainya menonton pertunjukan sepak bola -atau badminton yah? saya lupa- Indonesia melawan Malaysia.
Kami menonton bersama di ruang belajar. Semuanya sportif. Saling endukung negaranya masing-masing.
Sampai pada akhirnya Indonesia harus menanggung kekalahan atas Malaysia.
Saya pikir mereka -anak Malaysia- akan mengejek kita-kita.
Tapi saya salah. ya, salah.
Mereka tetap memberi semangat untuk kita dan tidak sombong dengan kemenangannya.
Kita pun menerima kekalahan itu dengan lapang dada :)
Semuanya indah, semuanya senang ^^
Lalu bagaimana dengan kasus pulau Sipadan Ligitan dan lainnya?
Yaaa mereka tidak tahu-menahu, tidak ikut campur dalam urusan itu. Dan jika memang benar seperti apa yang telah diberitakan, ternyata mereka merasa malu.
Saya? saya pun tidak berhak menyalahkan mereka toh?
Kalau dulu semasa SMA saya didoktrin oleh guru PKn saya untuk membenci Malaysia. Beliau menuliskan kata-kata kasar di papan tulis untuk Malaysia. Saya mah ya namanya masih lugu -cie lugu- ngikutin aja yah apa yang dikata guru :)
Tidak sepenuhnya salah si, kita memang harus diajar untuk cinta kepada bangsa sendiri.
Tapi saya tidak setuju kalau disuruh untuk membenci negara lain.
Kalau ditanya, kamu ga benci dengan apa yang sudah dilakukan Malaysia pada Indonesia?
Ya saya benci. Saya benci dengan apa yang dilakukan Malaysia tersebut.
Tapi apa semua orang Malaysia demikian??
Tidak, sama sekali tidak.
Di hari kemerdekaan Indonesia ini pun banyak orang Malaysia yang memberikan selamat kepada Indonesia. Berterima kasih kepada Indonesia dengan segala bantuan dan kerjasama yang baik.
Jadi jangan mikir yang jeleknya aja yah ;)
Saya lebih menaruh hormat saya pada mereka -orang Malaysia- yang juga hormat pada Indonesia daripada orang Indonesia yang kerjanya menghujat, menghina dan teman-temannya itu.
Memangnya kalian sudah lakukan apa untuk Indonesia, hah??
Ingat, perekonomian kita juga ditanggung oleh para TKI disana. Dan masih banyak lagi kerjasama yang lain.
Demi apapun yang sudah saya tulis di atas,
JIWA dan RAGA ini hanya untukmu, INDONESIAKU!!!
Angkat tanganmu untuk Indonesia!
Hidup Mahasiswa!! Hidup Rakyat Indonesia!!
Tuesday, August 16, 2011
Lihatlah ini wahai para pejabat yang baik :(
Saya terinspirasi menulis ini setelah melihat foto di atas.
Sedih ya melihatnya :(
Mereka terus berjuang melawan kerakusan tikus-tikus negara.Prinsip mereka, yaaa walaupun tidak mewah yang penting masih bisa makan.
Ada juga yang bilang, "Inilah wajah negara yang tidak menghargai para pahlawannya."
Kalau nasib para pejabat gimana sekarang?
Sebutin sedikit aja yaaa..
A. Gaji pokok dan tunjangan
1. Rp 4.200.000/bulan
2. Tunjangan
a. Jabatan Rp 9.700.000/ bulan
b. Uang paket Rp 2.000.000/bulan
* Belum uang beras dan tunjangan keluarga loh yaaa :)
B. Penerimaan lain-lain
1. Tunjangan kehormatan Rp 3.720.000/bulan
2. Komunikasi intensif Rp 4.140.000/bulan
3. Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 4.000.000
4. Pansus Rp 2.000.000/undang-undang per paket
5. Asisten anggota (1 orang Rp 2.250.000/bulan)
6. Fasilitas kredit mobil Rp 70.000.000/orang/per periode
C.Biaya perjalanan
1. Piket pulang pergi sesuai daerah tujuan masing-masing
2. Uang harian:
a. Daerah tingkat I Rp 500.000/hari
b. Derah tingkat II Rp 400.000/hari
3. Uang representasi:
a. Daerah Tingkat I Rp 400.000
b. Daerah Tingkat II Rp 300.000
D. Rumah jabatan (dengan perlengkapan rumah lengkap)
E. Perawatan kesehatan uang duka dan biaya pemakaman (mati aja digaji)
F. Pensiunan
Kalau ditotal-total yaaa kira-kira begini nih.
Presiden Rp 62.740.000.
Wakil Presiden Rp 42.160.000
Ketua DPR Rp 30.908.000
Wakil Ketua DPR Rp 26.774.000
Anggota DPR Rp 27.760.000
* Daftar ini dikeluarkan oleh Bagian Anggaran Departemen Keuangan, ditandatangi pada tanggal 28 januari 2005 sebelum disesuaikan dengan anggaran kenaikan APBN 2010.
Ini link kalau mau lihat rincian uang yang mereka bawa ke rumah tiap bulannya..
http://trijayanews.com/2011/05/daftar-gaji-dan-fasilitas-anggota-dpr/
Belum lagi nih kalau gedung baru mereka udah jadi, katanya-katanya sih ada fasilitas spa gitu deh, alias "pijat-enak" kata orang-orang awam.
Ini gedungnya yang sekarang.
Ooooh udah rusak gitu, ya pantas sih kalau mau bikin yang baru :)
Lah kalau yang ini apa?
Wah ternyata ini nih yang bener. Ini gedung DPR-MPR RI. Masih bagus, ya kan?
Kalau gedung yang di atasnya itu gedung sekolah yang udah rusak, tapi ga kunjung direnovasi.
Ga ada uang ceunah. Padahal anggaran pendidikan 20% APBN. heeeemm #mikir
Denger-denger sih digerogotin tikus :O
Tikusnya banyak amat yaaaa sampai-sampai bikin kaya gini nih. Jahaaattt >.<
Padahal mereka udah dikasih tu ruang rapat yang enaaaak, yang nyamaaan, biar fokus ngurusin rakyat.
Kemana-mana pake mobil bagus, biar ga cape. biar ga kerasa tuh lubang-lubang di jalan.
Cuma udah alih fungsi kayanya, saking nyamannya sampe ketiduran gini. ckckckck
Terus gimana pula kalau gedung barunya udah jadi kaya gambar di bawah nih, yang katanya ada fasilitas spa-spa gituuuu~ Yaudah deh yuk capcus pijeeeeett ~(´▽`~) ~(´▽`)~ (~´▽`)~
Pak bu yang baik budinya, lihatlah rakyatmu yang merana (•̯͡.•̯͡)
Friday, June 17, 2011
The CHANGE isn't about YOU or ME, but US
Ini esai merupakan persyaratan peserta LKMM Wilayah II ISMKI 2011. Alhamdulillah saya dapat penghargaan untuk esai terbaik. tapi kurang tau juga yah yang mana esai yang dimaksud, soalnya ada dua yang saya buat (sama yang dibawah post ini). ah yang manapun ga penting. yang jelas saya sangat bersyukur :)
Bismillah.
Kemajuan tidak akan terjadi jika bangsa ini tidak melakukan perubahan. Sementara waktu terus berjalan, tetangga mulai menyesuaikan, tinggal apakah kita akan tetap stagnant diam, duduk dan melihat, ikut berjalan, atau berlari mengejar ketertinggalan. Perubahan bisa terjadi, sangat mungkin bisa terjadi jika ada niat dari pelaku perubahan itu sendiri. Namun niat pun tidak cukup kuat untuk menggerakan, perlu ada dorongan, tujuan yang ingin dicapai dan kemantapan untuk terus konsisten bergerak. Hal ini diperlukan regulasi dan pemantauan tentunya, agar setiap langkah yang dilakukan tidak melenceng dari tujuan. Disinilah peran seorang pemimpin. Diharapkan dia mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain lebih daripada pengaruh orang-orang tersebut kepadanya.
Pemimpin yang baik seyogyanya adalah 1seorang yang belajar seumur hidup mengembangkan dirinya sendiri, bukan hanya dari pendidikan formal. Dimana dia berada, disana tempatnya untuk mendapat ilmu. 2Berorientasi pada pelayanan dan selalu 3membawa energi yang positif untuk dirinya sendiri dan para pengikutnya.
Ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. (1) Kecerdasan intelektual. Penting sekali bagi seorang pemimpin untuk berani mengambil keputusan. Tentunya keputusan tersebut harus dibuat setepat mungkin karena menyangkut kepentingan bersama. Hal ini dapat dilakukan jika pemimpin mempunyai dasar yang kuat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan apa yang dia pimpin, sehingga dapat timbul strategi dan ide yang baik dalam bergerak menuju perubahan untuk mencapai tujuan bersama. (2) Kecerdasan emosi. Dalam menjalankan tugasnya, tidak jarang akan sering muncul konfik. Baik antarpengikut atau pemimpin-pengikut. Pemimpin dengan kecerdasan emosi yang baik dapat mengatur emosinya dan dapat menjalankan pekerjaannya dengan kepala dingin. (3) Kecerdasan spiritual. Pemimpin akan berhubungan dengan orang lain, pengikut-pengikutnya, hendaknya dengan bekal etika yang baik sehingga para pengikutnya menaruh respect dan dalam bekerja lebih disegani. Pengikutnya pun akan merasa dihargai karena perilaku baik pemimpinya itu. Bekerja pun dengan senang hati, hasil pun lebih dihargai.
Namun tidak cukup ketiga hal tesebut. Seorang pemimpin tentu harus mempunyai jiwa kepemimpinan, yang merupakan suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang dengan maksud perubahan dan hasil nyata yang mencerminkan pencapaian tujuan bersama. Dalam konteks ini, kunci kepemimpinan lebih kepada “pengaruh”, bukan “kekuasaan”. Jadi seorang pemimpin itu harus mempunyai kapasitas untuk mempengaruhi orang-orang dan membujuk mereka untuk melakukan tuntutan pekerjaan yang membawa mereka ke tujuan perubahan. Bukan hanya berbekal kekuasaan. Bukan sebatas memerintah dan tanpa usaha untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab tentang apa yang mereka kerjakan. Karena sejatinya, suatu pekerjaan itu akan berbuah baik jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Tentunya waktu yang selama ini digunakan untuk mencapai perubahan tersebut tidak ingin terpakai dengan tidak efektif bukan?
Pengaruh itu bukan hubungan satu arah antara pemimpin dan pengikut, melainkan suatu hubungan timbal balik. Dengan hubungan timbal balik inilah, semua perubahan yang terjadi berarti sebagai hasil dari tujuan bersama. Pemimpin mempengaruhi pengikut, begitu juga pengikut dapat mempengaruhi pemimpin, jadi pengikut yang baik bukanlah sekedar “yes people”, namun pengikut yang bisa memberikan masukan atau kritik, agar pekerjaan yang dilakukan mereka itu memang bukan hanya atas kehendak/perintah pemimpin. Hal ini karena tujuan perubahan yang diinginkan pun adalah tujuan bersama. Dengan begitu, kesadaran akan tanggung jawab juga akan tumbuh dengan sendirinya pada para pengikut. Tanggung jawab pribadi dan integritas pemimpin dan pengikut itu penting.
Selain itu, fungsi kepemimpinan yang efekif akan terwujud jika pemimpin menjadi bagian di dalam situasi sosial kehidupan para pengikutnya. Karena pemimpin yang membuat keputusan dengan memperhatikan situasi sosial pengikutnya akan dirasakan sebagai keputusan bersama yang menjadi tanggung jawab bersama pula dalam melaksanakannya.
Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dalam perubahan itu besar peranannya dalam mempengaruhi, bukan menguasai. Hal ini karena pemimpin bertindak sebagai seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Bukan tujuan pribadi yang dicapai dengan alat “para pengikut”. Disinilah pentingnya rasa tanggung jawab pada setiap para pelaku perubahan dalam bergerak untuk mencapai perubahan (tujuan).
Setiap kalian adalah pemimpin. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Alhamdulillah.
[ Read More ]
Bismillah.
Kemajuan tidak akan terjadi jika bangsa ini tidak melakukan perubahan. Sementara waktu terus berjalan, tetangga mulai menyesuaikan, tinggal apakah kita akan tetap stagnant diam, duduk dan melihat, ikut berjalan, atau berlari mengejar ketertinggalan. Perubahan bisa terjadi, sangat mungkin bisa terjadi jika ada niat dari pelaku perubahan itu sendiri. Namun niat pun tidak cukup kuat untuk menggerakan, perlu ada dorongan, tujuan yang ingin dicapai dan kemantapan untuk terus konsisten bergerak. Hal ini diperlukan regulasi dan pemantauan tentunya, agar setiap langkah yang dilakukan tidak melenceng dari tujuan. Disinilah peran seorang pemimpin. Diharapkan dia mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain lebih daripada pengaruh orang-orang tersebut kepadanya.
Pemimpin yang baik seyogyanya adalah 1seorang yang belajar seumur hidup mengembangkan dirinya sendiri, bukan hanya dari pendidikan formal. Dimana dia berada, disana tempatnya untuk mendapat ilmu. 2Berorientasi pada pelayanan dan selalu 3membawa energi yang positif untuk dirinya sendiri dan para pengikutnya.
Ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. (1) Kecerdasan intelektual. Penting sekali bagi seorang pemimpin untuk berani mengambil keputusan. Tentunya keputusan tersebut harus dibuat setepat mungkin karena menyangkut kepentingan bersama. Hal ini dapat dilakukan jika pemimpin mempunyai dasar yang kuat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan apa yang dia pimpin, sehingga dapat timbul strategi dan ide yang baik dalam bergerak menuju perubahan untuk mencapai tujuan bersama. (2) Kecerdasan emosi. Dalam menjalankan tugasnya, tidak jarang akan sering muncul konfik. Baik antarpengikut atau pemimpin-pengikut. Pemimpin dengan kecerdasan emosi yang baik dapat mengatur emosinya dan dapat menjalankan pekerjaannya dengan kepala dingin. (3) Kecerdasan spiritual. Pemimpin akan berhubungan dengan orang lain, pengikut-pengikutnya, hendaknya dengan bekal etika yang baik sehingga para pengikutnya menaruh respect dan dalam bekerja lebih disegani. Pengikutnya pun akan merasa dihargai karena perilaku baik pemimpinya itu. Bekerja pun dengan senang hati, hasil pun lebih dihargai.
Namun tidak cukup ketiga hal tesebut. Seorang pemimpin tentu harus mempunyai jiwa kepemimpinan, yang merupakan suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang dengan maksud perubahan dan hasil nyata yang mencerminkan pencapaian tujuan bersama. Dalam konteks ini, kunci kepemimpinan lebih kepada “pengaruh”, bukan “kekuasaan”. Jadi seorang pemimpin itu harus mempunyai kapasitas untuk mempengaruhi orang-orang dan membujuk mereka untuk melakukan tuntutan pekerjaan yang membawa mereka ke tujuan perubahan. Bukan hanya berbekal kekuasaan. Bukan sebatas memerintah dan tanpa usaha untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab tentang apa yang mereka kerjakan. Karena sejatinya, suatu pekerjaan itu akan berbuah baik jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Tentunya waktu yang selama ini digunakan untuk mencapai perubahan tersebut tidak ingin terpakai dengan tidak efektif bukan?
Pengaruh itu bukan hubungan satu arah antara pemimpin dan pengikut, melainkan suatu hubungan timbal balik. Dengan hubungan timbal balik inilah, semua perubahan yang terjadi berarti sebagai hasil dari tujuan bersama. Pemimpin mempengaruhi pengikut, begitu juga pengikut dapat mempengaruhi pemimpin, jadi pengikut yang baik bukanlah sekedar “yes people”, namun pengikut yang bisa memberikan masukan atau kritik, agar pekerjaan yang dilakukan mereka itu memang bukan hanya atas kehendak/perintah pemimpin. Hal ini karena tujuan perubahan yang diinginkan pun adalah tujuan bersama. Dengan begitu, kesadaran akan tanggung jawab juga akan tumbuh dengan sendirinya pada para pengikut. Tanggung jawab pribadi dan integritas pemimpin dan pengikut itu penting.
Selain itu, fungsi kepemimpinan yang efekif akan terwujud jika pemimpin menjadi bagian di dalam situasi sosial kehidupan para pengikutnya. Karena pemimpin yang membuat keputusan dengan memperhatikan situasi sosial pengikutnya akan dirasakan sebagai keputusan bersama yang menjadi tanggung jawab bersama pula dalam melaksanakannya.
Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dalam perubahan itu besar peranannya dalam mempengaruhi, bukan menguasai. Hal ini karena pemimpin bertindak sebagai seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Bukan tujuan pribadi yang dicapai dengan alat “para pengikut”. Disinilah pentingnya rasa tanggung jawab pada setiap para pelaku perubahan dalam bergerak untuk mencapai perubahan (tujuan).
Setiap kalian adalah pemimpin. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Alhamdulillah.
Sunday, June 5, 2011
Antara saya dan kampus
Saya, Maria Agustina Sulistyo Wulandari, biasa dipanggil Wulan. Dengan hasil personality-type ESTJ - The Overseer J
Saat ini sedang mengais ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan masih di tingkat pertama. Awalnya saya sangat merasa susah untuk bisa beradaptasi disini. Saya yang berasal dari Jawa Tengah, merasa tidak punya teman. Bahasa mereka sungguh sulit saya mengerti. Namun lambat laun, semuanya seolah mencair. Banyak teman-teman juga yang merasa seperti saya dan jadilah kami berteman karena latar belakang yang sama.
Saya bukan tipe orang yang pilih-pilih teman. Meskipun saya termasuk orang yang minder, tapi saya coba untuk memulai membuka hubungan dengan teman-teman yang lain. Mulai dari senyum kalau bertemu, kenalan dan akhirnya saling mengenal. Canggung sih, tapi kalau tidak dimulai mau sampai kapan saya seperti ini? J
Sampai akhirnya saya dinyatakan lulus masa bimbingan, oprek besar-besaran dilaksanakan. Banyak sekali Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), saya bingung. Saya merasa tidak punya bakat apapun. Saya malu, kalah dengan teman-teman lain yang begitu banyak mempunyai talenta. Jadilah saya mendaftar CIMSA-SCORE karena saya merasa sedikit mempunyai kemampuan dalam Bahasa Inggris, dan PSM karena hobi saya memang menyanyi. Semoga saja bisa terkembangkan ;)
Kemudian dibuka juga kesempatan untuk menjadi pengurus Senat Mahasiswa FK Unpad. Saya sangat tertarik. Sejak SMP saya berkecimpung dalam dunia OSIS. Padahal kalau dipikir, mengikuti organisasi demikian sangat menguras tenaga, pikiran dan waktu. Namun ada banyak sekali pelajaran berharga yang bisa kita ambil jika semua yang kita jalani penuh dengan rasa ikhlas dan senang hati. Mulai dari berani beradvokasi, mengatur, mengonsep dan memantau kelancaran kegiatan, menambah banyak relasi dan tentunya meningkatkan soft skill.
Itu semua tidak diajarkan dalam perkuliahan. Dengan mengikuti organisasi-organisasi kemahasiswaanlah saya berharap bisa mendapatkan ilmu itu. Apalagi sebagai calon dokter, bukan hanya akademik yang diperlukan. Karena nantinya yang akan dihadapi bukan hanya lembaran berisi ratusan soal tetapi juga manusia (pasien). Disitulah letak kepentingannya, 7 stars doctor J
Alhamdulillah, saya diterima menjadi pengurus senat dan masuk ke Biro Kesekretariatan dan Bendahara. Mungkin ini sesuai dengan hasil psikotest saya yang menunjukan nilai tertinggi pada aspek KT (ketelitian kerja), KC (kecepatan kerja), N (tata hitung dan bilangan), KV (kemampuan verbal) dan E (emosi). Saya nyaman sekali ditempatkan pada bidang itu :D
Apalagi saya jadi bisa tahu kegiatan kemahasiswaan apa saja yang akan dan sedang berlangsung di kampus. Saya sangat kaget mengetahui mahasiswa kedokteran yang biasa dicap kutu buku dan tidak gaul itu ternyata salah besar. Banyak sekali kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan di kampus ini sampai bisa terjadi bentrok antarkegiatan. Ini menunjukan betapa antusiasme mahasiswa yang begitu besar dalam urusan selain akademik. Namun masalahnya kesadaran untuk bertanggung jawab masih sangat perlu untuk ditingkatkan.
Mengikuti berbagai organisasi membuat saya bertemu dan belajar dari banyak orang hebat, dan memacu saya untuk bisa menjadi hebat seperti mereka :D
Menurut hasil tes diagnostik, sebenarnya kemampuan saya paling baik di bidang scientific (mencari fakta dan pemecahan masalah) harusnya saya masuk Kastil, hehe. Kemudian di kemampuan literaty (membaca-menulis atau yang berhubungan dengan buku-buku), computational (berhubungan dengan angka-angka), musical (musik, menyanyi dan tontonan musik) dan clerical (pelayanan dalam administrasi perkantoran). Saya direkomendasikan untuk melanjutkan studi di bidang ekonomi.
Namun ternyata Allah berkehendak lain J Seorang dokter yang dituntut untuk mempunyai kemampuan persuasive dan social service yang baik, ternyata pada saya justru kedua hal itu yang mendapatkan nilai terendah L
Saya takut tidak bisa menjalankan amanah dengan baik. Maka dari itu saya gencar untuk meningkatkan nilai yang sangat dibutuhkan unutk menjadi seorang dokter yang baik di luar perkuliahan. Saya percaya, skills bisa dibentuk seiring berjalannya waktu tergantung kita berusaha membentuknya atau tidak J
Sunday, May 1, 2011
The God's Choice For Me
Sejak kecil saya selalu mendapat apa yang saya mau.
Bisa dibilang, hanya dengan usaha yang tidak terlalu berharga.
Semuanya berjalan lancar-lancar saja, mungkin sesekali ada rintangan.
Tapi itupun lagi-lagi hanya sekedar lubang kecil di jalan, atau sebatas kerikil yang terlempar ke kaki saya saat saya melangkah.
Saya selalu ingat kata ibu saya, bersyukur bersyukur dan bersyukur.
Tulisan ini saya buat setelah membaca salah satu cerita dalam buku "Dalan Dekapan Ukhuwah" krya Ustadz Sali A. Fillah. buku itu begitu menyindir saya. Saya sadar selama ini saya tidak terlalu dekat dengan Sang Maha Besar di atas. Saya takut Dia tidak sayang sama saya. Saya jarang diberi cobaan yang "berarti".
Semakin besar cobaan yang kita dapatkan, semakin besar cinta Allah untuk kita. Benar begitu Ya Allah? :(
Saya ingin menjadi salah satu dari hamba-Nya yang dicintai. Saya merasa hidup saya datar. flat. ga ada tantangan. Allah sayang sama saya ga ya?
Tapi saya salah, tanpa saya sadari sebenarnya Allah telah memberikan banyak ujian untuk saya. Entah saya yang tidak peka mengabil hikmah atau saya terlalu sombong untuk tidak menganggap semua itu bukan ujian?
Astaghfirullohaladzim..
Ya Allah...
Mungkin benar kata salah satu teman baik saya, Nandha. Saya terlalu ambisius. Salahkah ya Allah? :(
Sekarang saya sudah belajar. Saya belajar menerima apa yang bukan saya inginkan.
Saya belajar ikhlas dan berusaha menikmatinya. Awalnya saya lakukan untuk orang tua saya.
Tapi saya sekarang sudah mengerti betapa apapun yang kita lakukan adalah berujung pada-Mu.
Saya ingin mendapat ridho-Mu dalam setiap lakuku ya Allah..
Terimakasih sudah membuat saya sadar. Pilihan-Mu memang tak pernah salah. Pilihan-Mu selalu yang terbaik. Saya yakin :)
1. STAN --> Fakultas Kedokteran UNPAD
Meskipun menurut test kepribadian, saya tidak ada bakat tuh untuk jadi seorang dokter.
Saya bakat jadi sekretaris. Jadi akuntan. Tapi kemampuan kan bisa diasah, seperti kata pelatih saya dulu waktu jaman PMR SMA ^^ Lagi pula, dokter itu pekerjaan mulia kan? :)
Satu yang kupinta dari-Mu, mudahkan setiap langkahku ya Allah..
2. P&K --> Kestara
eh apa-apaan ini saya berani-beraninya pengin jadi pengkader dan pendidik?? Memang apa yan saya punya? Ngaca!! Itu statement yang saya pegang untuk menghibur diri saya sendiri setelah tahu bahwa saya tidak berhasil masuk P&K. Sedih memang. Tapi saya disadarkan, lagi-lagi oleh teteh mentor saya. Rima Karimah :)
Kalau semua orang berpikiran seperti itu, tidak akan ada yang mau untuk saling menasihati dan mengajari sesama. Tidak perlu tunggu untuk menjadi hebat agar bisa berbagi :)
Ya benar. Lantas kenapa saya ga bisa masuk P&K? Saya dulu OSIS, saya nge-MOS adek2 kelas. Astaghfirulloh..sombong sekali saya. Begitu sempit cara saya berpikir.
Ah sudahlah, saya lagi-lagi mencoba untuk ikhlas. Saya jalani semua dengan senang hati.
Dan saya menemukan keluarga baru di Kestara. Keluarga yang membuat saya begitu nyaman di dalamnya :)
Selain itu, saya jadi bisa melanjutkan cita-cita saya jadi sekretaris ^^ pas kan??
Ga usah jauh-jauhlah musti ikut test STAN lagi. kan banyak jalan menuju roma ^^
3. SOPHRAN --> ALTO
Yaaahhhhh. sediiiih banget waktu tau hasil seleksi saya masuk alto. argghh!!
Dari SMP saya tu di sophran!!! Saya maunya sophran!!!!
Lagi-lagi... belajar ikhlas :)
Jaman dulu suara saya masih bisa lah ya nyampe nada-nada tinggi. Lagunya juga yang bukan dengan interval nada sampe 4 oktaf. MasyaAllah..
Ingat umur, sudah tua juga ternyata saya. Sudah berapa lama ga belajar nyanyi? Memang saya yang paling jago??
Hey Lan, di atas langit masih ada langit. Masih banyak yang jauh lenih jago daripada kamuu!!!
Manusia memang tidak pernah luput dari kesombongan. Saya terutama :( *hela nafas*
Ah ayolah, yang penting nyanyi-nyanyi :D
Setelah sekian lama ga berlatih, saya sadar ternyata suara saya memang sudah tidak seperti dulu lagi. Saya cuma akan merusak harmoni kalo saya dipaksakan masuk sophran. Saya lebih nyaman di alto sekarang ^^
Alhamdulillah..
The God's Choice Is Always The Best For Me ^^
Thanks God :)
[ Read More ]
Bisa dibilang, hanya dengan usaha yang tidak terlalu berharga.
Semuanya berjalan lancar-lancar saja, mungkin sesekali ada rintangan.
Tapi itupun lagi-lagi hanya sekedar lubang kecil di jalan, atau sebatas kerikil yang terlempar ke kaki saya saat saya melangkah.
Saya selalu ingat kata ibu saya, bersyukur bersyukur dan bersyukur.
Tulisan ini saya buat setelah membaca salah satu cerita dalam buku "Dalan Dekapan Ukhuwah" krya Ustadz Sali A. Fillah. buku itu begitu menyindir saya. Saya sadar selama ini saya tidak terlalu dekat dengan Sang Maha Besar di atas. Saya takut Dia tidak sayang sama saya. Saya jarang diberi cobaan yang "berarti".
Semakin besar cobaan yang kita dapatkan, semakin besar cinta Allah untuk kita. Benar begitu Ya Allah? :(
Saya ingin menjadi salah satu dari hamba-Nya yang dicintai. Saya merasa hidup saya datar. flat. ga ada tantangan. Allah sayang sama saya ga ya?
Tapi saya salah, tanpa saya sadari sebenarnya Allah telah memberikan banyak ujian untuk saya. Entah saya yang tidak peka mengabil hikmah atau saya terlalu sombong untuk tidak menganggap semua itu bukan ujian?
Astaghfirullohaladzim..
Ya Allah...
Mungkin benar kata salah satu teman baik saya, Nandha. Saya terlalu ambisius. Salahkah ya Allah? :(
Sekarang saya sudah belajar. Saya belajar menerima apa yang bukan saya inginkan.
Saya belajar ikhlas dan berusaha menikmatinya. Awalnya saya lakukan untuk orang tua saya.
Tapi saya sekarang sudah mengerti betapa apapun yang kita lakukan adalah berujung pada-Mu.
Saya ingin mendapat ridho-Mu dalam setiap lakuku ya Allah..
Terimakasih sudah membuat saya sadar. Pilihan-Mu memang tak pernah salah. Pilihan-Mu selalu yang terbaik. Saya yakin :)
1. STAN --> Fakultas Kedokteran UNPAD
Meskipun menurut test kepribadian, saya tidak ada bakat tuh untuk jadi seorang dokter.
Saya bakat jadi sekretaris. Jadi akuntan. Tapi kemampuan kan bisa diasah, seperti kata pelatih saya dulu waktu jaman PMR SMA ^^ Lagi pula, dokter itu pekerjaan mulia kan? :)
Satu yang kupinta dari-Mu, mudahkan setiap langkahku ya Allah..
2. P&K --> Kestara
eh apa-apaan ini saya berani-beraninya pengin jadi pengkader dan pendidik?? Memang apa yan saya punya? Ngaca!! Itu statement yang saya pegang untuk menghibur diri saya sendiri setelah tahu bahwa saya tidak berhasil masuk P&K. Sedih memang. Tapi saya disadarkan, lagi-lagi oleh teteh mentor saya. Rima Karimah :)
Kalau semua orang berpikiran seperti itu, tidak akan ada yang mau untuk saling menasihati dan mengajari sesama. Tidak perlu tunggu untuk menjadi hebat agar bisa berbagi :)
Ya benar. Lantas kenapa saya ga bisa masuk P&K? Saya dulu OSIS, saya nge-MOS adek2 kelas. Astaghfirulloh..sombong sekali saya. Begitu sempit cara saya berpikir.
Ah sudahlah, saya lagi-lagi mencoba untuk ikhlas. Saya jalani semua dengan senang hati.
Dan saya menemukan keluarga baru di Kestara. Keluarga yang membuat saya begitu nyaman di dalamnya :)
Selain itu, saya jadi bisa melanjutkan cita-cita saya jadi sekretaris ^^ pas kan??
Ga usah jauh-jauhlah musti ikut test STAN lagi. kan banyak jalan menuju roma ^^
3. SOPHRAN --> ALTO
Yaaahhhhh. sediiiih banget waktu tau hasil seleksi saya masuk alto. argghh!!
Dari SMP saya tu di sophran!!! Saya maunya sophran!!!!
Lagi-lagi... belajar ikhlas :)
Jaman dulu suara saya masih bisa lah ya nyampe nada-nada tinggi. Lagunya juga yang bukan dengan interval nada sampe 4 oktaf. MasyaAllah..
Ingat umur, sudah tua juga ternyata saya. Sudah berapa lama ga belajar nyanyi? Memang saya yang paling jago??
Hey Lan, di atas langit masih ada langit. Masih banyak yang jauh lenih jago daripada kamuu!!!
Manusia memang tidak pernah luput dari kesombongan. Saya terutama :( *hela nafas*
Ah ayolah, yang penting nyanyi-nyanyi :D
Setelah sekian lama ga berlatih, saya sadar ternyata suara saya memang sudah tidak seperti dulu lagi. Saya cuma akan merusak harmoni kalo saya dipaksakan masuk sophran. Saya lebih nyaman di alto sekarang ^^
Alhamdulillah..
The God's Choice Is Always The Best For Me ^^
Thanks God :)
Thursday, April 7, 2011
Bukan Lagi Sekretaris, Tapi Dokter :')
Ini cerita tentang bagaimana saya bertahan di FK.
Sejak kecil, saya bercita-cita jadi seorang pekerja kantoran. Pekerjaannya ngapain saya juga ga tahu, tapi entah kenapa saya kepingin banget. Terinspirasi oleh seorang teller bank saat saya menemani papah waktu itu. Mengurus setiap administrasi, bekerja di depan laptop, ruangan ber-AC, serta baju resmi nan elegan. Tapi saya ga tahu gimana cara mewujudkan cita-cita itu.
Lalu saya cerita sama mbak, dia mendukung saya dan memotivasi saya untuk kelak melanjutkan kuliah di STAN. Dia ingin kuliah disana juga katanya, waktu itu dia kelas 3 SMA kalau ga salah. Saya sama sekali tidak tahu apa itu STAN. Tapi promosi yang dilakukan mbak membuat saya penasaran sampai saya browsing dan membeli buku-buku paket soal latihan ujian masuk STAN. Saya sudah mulai berlatih mengerjakannya sejak SMP, berharap dikemudian hari saya bisa mengerjakannya dengan mudah. Konon ceritanya susah sekali untuk menjadi mahasiswa STAN. Saya percaya saja.
Tiba saatnya, mbak saya mendaftar STAN dan ternyata gagal. Dia diterima di satu universitas lain yang lebih sesuai dengan keinginannya. Tapi papah dan ibuk tidak mengijinkannya dan mereka menyuruh mbak saya untuk tes masuk kebidanan. Hari itu adalah hari terakhir pendaftaran,dan tes bisa dilakukan hari itu juga. Mbak saya manut aja, berharap ga diterima dan akhirnya kuliah di universitas yang dia suka itu. Mbak cerita, saat mengerjakan soal dia kena severe dysmenorrhea dan rasanya hampir pingsan. Sudah tidak sanggup lagi berpikir, dan akhirnya dia mengisi kertas jawabannya itu dengan tulisan,
“Kalau jawaban ini benar maka itu adalah jawaban ibuk saya.”
Papah saya yang menungguinya tes di luar ruangan udah khawatir karena muka si mbak udah pucat katanya, dan malangnya tidak diizinkan keluar ruangan sebelum waktu habis. Beberapa hari kemudian ada pengumuan, dan mbak diterima dengan peringkat 19 serta mendapat beasiswa dari Australia. Mungkin memang benar bahwa doa orang tua sangat manjur.
Apa mau dikata, mbak ga bisa nolak permintaan papah dan ibuk untuk kuliah di kebidanan saja. Dia bilang, dia kuliah disana cuma untuk menyenangkan hati papah dan ibuk saja. Saat itu saya tidak sadar betapa papah dan ibuk sangat sedih dengan ucapan mbak saya itu. Ibuk bilang, ibuk selalu berdoa biar mbak bisa betah dan senang kuliah disana. Ibuk takut mbak ga belajar, katanya. Waktu itu saya cuma diam aja, ga ngerti apa yang harus saya katakan. Untunglah mbak bukan anak nakal, meskipun sebenarnya lumayan nakal, dia tetap belajar walau belum sungguh-sungguh.
Dan dia terbukti nakal, bisa dibilang ‘ga patah semangat’. Tahun depannya, dia mencoba lagi mendaftar STAN dan mungkin memang ga diridhoi, dia telat dan akhirnya ga jadi. Terus dia cerita ke papah sama ibuk, dia mendaftar diam-diam. Lagi-lagi papah dan ibuk saya sedih mendengar ceritanya. Tapi ibuk tetep berdoa, ibuk selalu bilang sama saya kalau saya harus yakin bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa kita. Entah waktunya kapan tapi pasti dikabulkan. Papah juga katanya berdoa si, cuma saya ga tahu. Papah jarang ke gereja juga soalnya.
Sejak itu si mbak bener-bener memotivasi saya untuk melanjutkan cita-citanya itu. Saya si manut aja, saya juga memang kepingin kuliah disana. Papah dan ibuk juga mendukung, mungkin untuk menyenangkan hati mbak juga :)
Sudah hampir semester 4, tiba-tiba mbak nelpon ibuk dan bilang bahwa dia sudah mantep kuliah disana. Menyuruh ibuk dan papah untuk tidak usah khawatir lagi tentang dia. Ibuk langsung bersyukur dan terlihat sangat bahagia waktu itu. Saya si senyum-senyum aja.
Sekarang giliran saya yang berjuang. Saya benar-benar terobsesi untuk menjadi salah satu mahasiswa di kampus STAN itu. Tapi karena pendaftarannya paling akhir, jadi saya disuruh ikut tes masuk universitas lain dulu. Saya sih emang ga berani nolak, nurut aja mah kalo saya =.=
Tes perdana, papah dan ibuk saya bilang saya harus kuliah kalau ga di kesehatan ya di pendidikan. Yaa mungkin biar ada penerus pekerjaan papah sama ibuk sebagai guru itu. Lagi-lagi saya nurut. Kalau saya sih gamau, ga pernah ada keinginan sedikitpun buat saya jadi seorang guru. Anehnya, saat tes waktu itu saya merasa sangat dimudahkan. Padahal itu tes jauh hari sebelum ujian nasional dan saya hanya belajar saat H-1. Lagi-lagi, doa orang tua memang sangat manjur. Setelah keluar ruangan, katanya muka saya biasa aja. Papah dan ibuk yang nungguin saya dari tadi udah was-was tuh katanya banyak yang keluar sambil nangis-nangis. Yaa saya senyum-senyum aja. Diterima ya syukur, engga juga gapapa hehe.. itu ujian paling dulu tapi pengumumannya paling akhir.
Papah dan ibuk takut saya ga diterima, akhirnya saya disuruh tes lagi di universitas lain. Saya kaget, kok tiba-tiba papah dan ibuk menyuruh saya ambil jurusan kedokteran. Gaya nih papah sama ibuk kayak bisa biayain aja. Tapi lagi-lagi yaaa baiklah, saya sih nurut aja. Paling juga ga diterima. Dan ternyata benar, dua universitas yang saya coba tidak ada yang menerima saya. Ditolak semuanya euy, hehe. Saya juga kurang belajar kayaknya. Abisnya cuma pingin masuk STAN, ya belajarnya soal-soal masuk STAN aaaajaa :D
Terus sampai pengumuman tes yang perdana itu, alhamdulillah saya diterima. Ibuk saya sampai berkaca-kaca waktu saya bilang saya diterima. Lebay juga nih ibuk T.T
Tapi kan saya gamau. Saya maunya di STAN. Tapi saya ga bilang, takut nyakitin perasaan papah dan ibuk kaya dulu pas jaman-jamannya si mbak ga mau kuliah. Saya cuma minta untuk ikut les intensif di Jogja (5 jam perjalanan dari rumah) selama 2 minggu. Papah dan ibuk ga tega saya ngekost sendirian disana, jadi mereka ngajakin anaknya temen ibuk buat ikut juga. Rempong, padahal saya sendiri aja juga gapapa. Kan saya yang mau. Lagian kan pasti ketemu temen baru juga disana. Tapi itulah, namanya juga orang tua. Hehe..suka lupa terima kasih saya ^^
Dua minggu itu saya belajar dari pagi sampai malam. Waktu itu saya benar-benar belajar keras, disaat teman-teman saya sudah santai berlibur. Saya kalau mau juga bisa seperti mereka, saya sudah punya cadangan di satu universitas dengan jurusan yang PAPAH dan IBUK saya mau itu. Pendidikan matematika. Tapi saya GA MAU. Ini konsekuensi saya kalau saya ingin sesuatu, jadi saya lahap tuh 5 paket buku soal dan berpuluh-puluh try-out. Alhamdulillah kata bapak yang ngajarin saya disana, katanya nilai saya insyaAllah aman kalau dilihat dari hasil-hasil try-out. Saya berdoa, puasa, sholat malam berharap apa yang dikatakan bapak itu menjadi kenyataan.
Saya selain belajar soal masuk STAN juga belajar soal SNMPTN. Tadinya saya gamau ikut paket SNMPTN, tapi ibuk sudah keburu membelikan paket belajar itu. Tapi perbandingannya 6:1 sii, jadi ya saya terima-terima aja. Itu adalah kesempatan terakhir saya tahun itu. Cita-cita saya terkabul, atau cita-cita papah dan ibuk saya yang terkabul? Saya yang menentukan.
Setiap hari H seleksi ujian masuk, saya pasti ditemani papah dan ibuk. Tapi waktu SNMPTN, saya sendirian. Sempat menangis melihat teman-teman yang lain diantar dan ditunggui keluarga mereka. Saya orangnya cengeng, tapi waktu itu saya malu jadi ditahan-tahan aja nangisnya. Saya waktu itu ga pernah berdoa biar lolos SNMPTN. Ga pernah sama sekali. Saya berdoanya biar diterima di STAN. Dan 15 menit sebelum SNMPTN dimulai, saya sms ibuk, papah, mas dan mbak supaya didoakan. Satu menit sebelum bel mulai berbunyi, saya berdoa dalam hati.
Ya Allah, berikanlah yang terbaik untuk saya..
Dan, setelah selesai tes dan sampai di kost..saya menangis. Saya merasa belum mengisi kode soal pada lembar jawaban. Saya sms ibuk dan mbak. Saya mengecewakan ibuk, bisa didengar dari bagaimana ibuk bicara saat menelpon saya waktu itu. Tapi bagaimanapun seorang ibuk, dia tetap memberikan semangat kepada saya. Dia mengingatkan saya untuk tidak lupa berdoa, dan jangan terlarut dalam penyesalan. Jadikan perbaikan, masih ada 1 kesempatan untuk meraih cita-cita saya yang sesungguhnya. Mbak juga bilang, udaah gapapa..kan maunya di STAN toh?
Saya belajar mati-matian mengerjakan soal-soal STAN. Sampai pada hari-H, saya dijemput papah dan ibuk. Saya ditunggui saat tes. Saya kerjakan soal-soal itu dengan seksama. Dan saya keluar ruangan dengan perasaan, saya tidak lulus. Tapi saya cepat-cepat mengubur perasaan itu dan berusaha positive-thinking. Saat ditanya ibuk dan papah, gimana nduk? Saya cuma bisa jawab, doakan aja pah, buk. Setelah itu saya pulang, dan saya ga tahu harus berkata apa selama perjalanan. Dalam hati, masa iya saya mau mengecewakan mereka untuk yang kesekian kalinya? Akhirnya saya tidur aja di mobil.
Saya sudah pasrah kalaupun saya akhirnya harus kuliah di kependidikan. Pernah saya tanya ke ibuk, kalau wulan ga diterima STAN tahun ini, tahun depan boleh nyoba lagi? Ibuk jawab, iya boleeh..ibuk selalu dukung asal itu memang yang terbaik buat kamu, nduk :)
Hari pengumuman SNMPTN. Kartu peserta saya hilang, dan saya ga punya backup-nya. Saya sii santai aja, paling juga ga diterima. Tapi ibuk saya nyariin kartu itu di tumpukan buku-buku saya sementara saya asik nonton tv. (jahat juga saya -__-). Akhirnya ketemu, dan saya disuruh cepat-cepat buka pengumuman. Dalam hati saya hanya berdoa,
Ya Allah jangan biarkan saya kecewakan papah dan ibuk lagi..
SubhanAllah, saya diterima. Ibuk saya menangis dan memeluk saya. Papah mencium pipi saya dan tersenyum puas melihat saya. Saat itu saya seperti orang bego, bingung, saya ga percaya kalau ini beneran. Tapi saya senang, saya senang bisa membuat mereka senang :)
Saat itu akhirnya saya tahu kenapa papah dan ibuk sangat ingin saya menjadi seorang dokter. Mereka termotivasi oleh staff papah yang anaknya berhasil masuk kedokteran. Padahal mereka juga guru SD, tapi mereka begitu hebat sampai berani membayar hingga 250jt demi anaknya menjadi dokter. Papah dan ibuk saya jadi terpacu, kalau mereka bisa kenapa kita engga? Gitu katanya. Dan saya bersyukur diberi kemudahan untuk bisa belajar disini dengan biaya yang tidak semahal mereka. Disaat banyak orang lain sangat ingin belajar disini dan dengan susah payah mereka berjuang, tidakkah saya sepantasnya mensyukuri hal ini?
Tapi dalam hati, saya tetep ga mau. Saya mau kuliah di STAN. Tapi apalah daya, ibuk saya berdoa agar saya tidak diterima di STAN katanya T.T (ibuk tega nian dirimu). Dan doanya lagi-lagi manjur, saya DITOLAK. Saya menangis sejadi-jadinya waktu itu. Saya sangat iri dengan teman-teman yang berhasil masuk STAN. Saya ingin seperti mereka. Saya ingin belajar perpajakan. Saya ingin pakai seragam. Saya ingin kuliah kedinasan. Saya ingin kuliah gratis. Tapi...
Saya hanya mencoba memendam itu semua. Saya takut melukai hati orang tua saya. Saya coba jalani kehidupan di FK ini. Saya temukan teman-teman baru, buku-buku yang sangat menarik untuk dibaca, suasana baru, bahasa baru, dan orang-orang hebat yang selalu membuat saya ingin menjadi seperti mereka J
Berat memang menjalani suatu hal yang tidak kita inginkan awalnya, namun saya selalu ingat bahwa ada banyak orang dibelakang sana yang selalu mendukung saya, yang selalu membanggakan saya, mendoakan saya. Lalu apa saya akan setega itu mengancurkan harapan mereka?
Tulisan ini saya buat saat ingat oom saya dulu yang selalu motongin kuku saya waktu kecil, beliin saya alat-alat tulis banyak banget, marahin saya waktu ujan-ujanan, bilang gini di twitter :
amin oom :D RT @antodarmo: @wulanowalun selalu sayang, doa untuk ponakanku Ɣªήğ paling hebat, om pengen liat sampai nanti wisuda jadi dokter
Terus juga gara-gara saya pasang status di fb kaya gini:
sejak di FK, saya belajar untuk menerima sesuatu yg tidak saya sukai. sekarang saya yakin, memang benar hal2 yg kita pikir baik itu belum tentu baik juga menurut Allah. hanya bisa ikhlas menerima dan berjuang untuk tidak mengecewakan mereka :) percaya bahwa inilah jalan terbaik untuk saya. bismillaah, mudahkan ya Allah..
dan banyak yang suka+komen, termasuk mbak saya yang bilang:
Good girl, mbak jg pernah merasakan, dan sampai saat ini mbak tidak pernah menyesal.
Dan ada teman curhat saya, namanya Ela yang bilang:
"sesuatu yang dicapai dengan susah payah, akan memberikan kesan tersendiri
memang dalam proses gak mudah. tapi kenapa harus merasa sedih ??
kamu punya tantangan besar untuk meraihnya.
nikmati tantangan itu. . dan KALAHKAN !
suatu saat ketika kamu sudah menang atas tantangan besar itu dan,
berada di puncak keberhasilan , kamu akan merasa bagaikan ulat yang menjadi kupu.
apapun yang terjadi pada mu saat ini. tetaplah percaya, bersyukur , berserah dan maju dalam iman.
karena Allah sedang merajut yang terbaik untukmu ."
semangat kawaaan !! :)
memang dalam proses gak mudah. tapi kenapa harus merasa sedih ??
kamu punya tantangan besar untuk meraihnya.
nikmati tantangan itu. . dan KALAHKAN !
suatu saat ketika kamu sudah menang atas tantangan besar itu dan,
berada di puncak keberhasilan , kamu akan merasa bagaikan ulat yang menjadi kupu.
apapun yang terjadi pada mu saat ini. tetaplah percaya, bersyukur , berserah dan maju dalam iman.
karena Allah sedang merajut yang terbaik untukmu ."
semangat kawaaan !! :)
Terus juga karena ada orang lain yang merasakannya, seperti Mas Poundra, Onya dan Anto.
Saya yakin, apa yang kita jalani saat ini adalah pilihan terbaik dari Allah.
Semoga bisa menginspirasi :)
Subscribe to:
Posts (Atom)

















