Showing posts with label Pemimpin. Show all posts
Showing posts with label Pemimpin. Show all posts
Thursday, October 20, 2011
Wednesday, August 17, 2011
Tuesday, August 16, 2011
Lihatlah ini wahai para pejabat yang baik :(
Saya terinspirasi menulis ini setelah melihat foto di atas.
Sedih ya melihatnya :(
Mereka terus berjuang melawan kerakusan tikus-tikus negara.Prinsip mereka, yaaa walaupun tidak mewah yang penting masih bisa makan.
Ada juga yang bilang, "Inilah wajah negara yang tidak menghargai para pahlawannya."
Kalau nasib para pejabat gimana sekarang?
Sebutin sedikit aja yaaa..
A. Gaji pokok dan tunjangan
1. Rp 4.200.000/bulan
2. Tunjangan
a. Jabatan Rp 9.700.000/ bulan
b. Uang paket Rp 2.000.000/bulan
* Belum uang beras dan tunjangan keluarga loh yaaa :)
B. Penerimaan lain-lain
1. Tunjangan kehormatan Rp 3.720.000/bulan
2. Komunikasi intensif Rp 4.140.000/bulan
3. Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 4.000.000
4. Pansus Rp 2.000.000/undang-undang per paket
5. Asisten anggota (1 orang Rp 2.250.000/bulan)
6. Fasilitas kredit mobil Rp 70.000.000/orang/per periode
C.Biaya perjalanan
1. Piket pulang pergi sesuai daerah tujuan masing-masing
2. Uang harian:
a. Daerah tingkat I Rp 500.000/hari
b. Derah tingkat II Rp 400.000/hari
3. Uang representasi:
a. Daerah Tingkat I Rp 400.000
b. Daerah Tingkat II Rp 300.000
D. Rumah jabatan (dengan perlengkapan rumah lengkap)
E. Perawatan kesehatan uang duka dan biaya pemakaman (mati aja digaji)
F. Pensiunan
Kalau ditotal-total yaaa kira-kira begini nih.
Presiden Rp 62.740.000.
Wakil Presiden Rp 42.160.000
Ketua DPR Rp 30.908.000
Wakil Ketua DPR Rp 26.774.000
Anggota DPR Rp 27.760.000
* Daftar ini dikeluarkan oleh Bagian Anggaran Departemen Keuangan, ditandatangi pada tanggal 28 januari 2005 sebelum disesuaikan dengan anggaran kenaikan APBN 2010.
Ini link kalau mau lihat rincian uang yang mereka bawa ke rumah tiap bulannya..
http://trijayanews.com/2011/05/daftar-gaji-dan-fasilitas-anggota-dpr/
Belum lagi nih kalau gedung baru mereka udah jadi, katanya-katanya sih ada fasilitas spa gitu deh, alias "pijat-enak" kata orang-orang awam.
Ini gedungnya yang sekarang.
Ooooh udah rusak gitu, ya pantas sih kalau mau bikin yang baru :)
Lah kalau yang ini apa?
Wah ternyata ini nih yang bener. Ini gedung DPR-MPR RI. Masih bagus, ya kan?
Kalau gedung yang di atasnya itu gedung sekolah yang udah rusak, tapi ga kunjung direnovasi.
Ga ada uang ceunah. Padahal anggaran pendidikan 20% APBN. heeeemm #mikir
Denger-denger sih digerogotin tikus :O
Tikusnya banyak amat yaaaa sampai-sampai bikin kaya gini nih. Jahaaattt >.<
Padahal mereka udah dikasih tu ruang rapat yang enaaaak, yang nyamaaan, biar fokus ngurusin rakyat.
Kemana-mana pake mobil bagus, biar ga cape. biar ga kerasa tuh lubang-lubang di jalan.
Cuma udah alih fungsi kayanya, saking nyamannya sampe ketiduran gini. ckckckck
Terus gimana pula kalau gedung barunya udah jadi kaya gambar di bawah nih, yang katanya ada fasilitas spa-spa gituuuu~ Yaudah deh yuk capcus pijeeeeett ~(´▽`~) ~(´▽`)~ (~´▽`)~
Pak bu yang baik budinya, lihatlah rakyatmu yang merana (•̯͡.•̯͡)
Friday, June 17, 2011
The CHANGE isn't about YOU or ME, but US
Ini esai merupakan persyaratan peserta LKMM Wilayah II ISMKI 2011. Alhamdulillah saya dapat penghargaan untuk esai terbaik. tapi kurang tau juga yah yang mana esai yang dimaksud, soalnya ada dua yang saya buat (sama yang dibawah post ini). ah yang manapun ga penting. yang jelas saya sangat bersyukur :)
Bismillah.
Kemajuan tidak akan terjadi jika bangsa ini tidak melakukan perubahan. Sementara waktu terus berjalan, tetangga mulai menyesuaikan, tinggal apakah kita akan tetap stagnant diam, duduk dan melihat, ikut berjalan, atau berlari mengejar ketertinggalan. Perubahan bisa terjadi, sangat mungkin bisa terjadi jika ada niat dari pelaku perubahan itu sendiri. Namun niat pun tidak cukup kuat untuk menggerakan, perlu ada dorongan, tujuan yang ingin dicapai dan kemantapan untuk terus konsisten bergerak. Hal ini diperlukan regulasi dan pemantauan tentunya, agar setiap langkah yang dilakukan tidak melenceng dari tujuan. Disinilah peran seorang pemimpin. Diharapkan dia mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain lebih daripada pengaruh orang-orang tersebut kepadanya.
Pemimpin yang baik seyogyanya adalah 1seorang yang belajar seumur hidup mengembangkan dirinya sendiri, bukan hanya dari pendidikan formal. Dimana dia berada, disana tempatnya untuk mendapat ilmu. 2Berorientasi pada pelayanan dan selalu 3membawa energi yang positif untuk dirinya sendiri dan para pengikutnya.
Ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. (1) Kecerdasan intelektual. Penting sekali bagi seorang pemimpin untuk berani mengambil keputusan. Tentunya keputusan tersebut harus dibuat setepat mungkin karena menyangkut kepentingan bersama. Hal ini dapat dilakukan jika pemimpin mempunyai dasar yang kuat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan apa yang dia pimpin, sehingga dapat timbul strategi dan ide yang baik dalam bergerak menuju perubahan untuk mencapai tujuan bersama. (2) Kecerdasan emosi. Dalam menjalankan tugasnya, tidak jarang akan sering muncul konfik. Baik antarpengikut atau pemimpin-pengikut. Pemimpin dengan kecerdasan emosi yang baik dapat mengatur emosinya dan dapat menjalankan pekerjaannya dengan kepala dingin. (3) Kecerdasan spiritual. Pemimpin akan berhubungan dengan orang lain, pengikut-pengikutnya, hendaknya dengan bekal etika yang baik sehingga para pengikutnya menaruh respect dan dalam bekerja lebih disegani. Pengikutnya pun akan merasa dihargai karena perilaku baik pemimpinya itu. Bekerja pun dengan senang hati, hasil pun lebih dihargai.
Namun tidak cukup ketiga hal tesebut. Seorang pemimpin tentu harus mempunyai jiwa kepemimpinan, yang merupakan suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang dengan maksud perubahan dan hasil nyata yang mencerminkan pencapaian tujuan bersama. Dalam konteks ini, kunci kepemimpinan lebih kepada “pengaruh”, bukan “kekuasaan”. Jadi seorang pemimpin itu harus mempunyai kapasitas untuk mempengaruhi orang-orang dan membujuk mereka untuk melakukan tuntutan pekerjaan yang membawa mereka ke tujuan perubahan. Bukan hanya berbekal kekuasaan. Bukan sebatas memerintah dan tanpa usaha untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab tentang apa yang mereka kerjakan. Karena sejatinya, suatu pekerjaan itu akan berbuah baik jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Tentunya waktu yang selama ini digunakan untuk mencapai perubahan tersebut tidak ingin terpakai dengan tidak efektif bukan?
Pengaruh itu bukan hubungan satu arah antara pemimpin dan pengikut, melainkan suatu hubungan timbal balik. Dengan hubungan timbal balik inilah, semua perubahan yang terjadi berarti sebagai hasil dari tujuan bersama. Pemimpin mempengaruhi pengikut, begitu juga pengikut dapat mempengaruhi pemimpin, jadi pengikut yang baik bukanlah sekedar “yes people”, namun pengikut yang bisa memberikan masukan atau kritik, agar pekerjaan yang dilakukan mereka itu memang bukan hanya atas kehendak/perintah pemimpin. Hal ini karena tujuan perubahan yang diinginkan pun adalah tujuan bersama. Dengan begitu, kesadaran akan tanggung jawab juga akan tumbuh dengan sendirinya pada para pengikut. Tanggung jawab pribadi dan integritas pemimpin dan pengikut itu penting.
Selain itu, fungsi kepemimpinan yang efekif akan terwujud jika pemimpin menjadi bagian di dalam situasi sosial kehidupan para pengikutnya. Karena pemimpin yang membuat keputusan dengan memperhatikan situasi sosial pengikutnya akan dirasakan sebagai keputusan bersama yang menjadi tanggung jawab bersama pula dalam melaksanakannya.
Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dalam perubahan itu besar peranannya dalam mempengaruhi, bukan menguasai. Hal ini karena pemimpin bertindak sebagai seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Bukan tujuan pribadi yang dicapai dengan alat “para pengikut”. Disinilah pentingnya rasa tanggung jawab pada setiap para pelaku perubahan dalam bergerak untuk mencapai perubahan (tujuan).
Setiap kalian adalah pemimpin. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Alhamdulillah.
[ Read More ]
Bismillah.
Kemajuan tidak akan terjadi jika bangsa ini tidak melakukan perubahan. Sementara waktu terus berjalan, tetangga mulai menyesuaikan, tinggal apakah kita akan tetap stagnant diam, duduk dan melihat, ikut berjalan, atau berlari mengejar ketertinggalan. Perubahan bisa terjadi, sangat mungkin bisa terjadi jika ada niat dari pelaku perubahan itu sendiri. Namun niat pun tidak cukup kuat untuk menggerakan, perlu ada dorongan, tujuan yang ingin dicapai dan kemantapan untuk terus konsisten bergerak. Hal ini diperlukan regulasi dan pemantauan tentunya, agar setiap langkah yang dilakukan tidak melenceng dari tujuan. Disinilah peran seorang pemimpin. Diharapkan dia mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain lebih daripada pengaruh orang-orang tersebut kepadanya.
Pemimpin yang baik seyogyanya adalah 1seorang yang belajar seumur hidup mengembangkan dirinya sendiri, bukan hanya dari pendidikan formal. Dimana dia berada, disana tempatnya untuk mendapat ilmu. 2Berorientasi pada pelayanan dan selalu 3membawa energi yang positif untuk dirinya sendiri dan para pengikutnya.
Ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. (1) Kecerdasan intelektual. Penting sekali bagi seorang pemimpin untuk berani mengambil keputusan. Tentunya keputusan tersebut harus dibuat setepat mungkin karena menyangkut kepentingan bersama. Hal ini dapat dilakukan jika pemimpin mempunyai dasar yang kuat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan apa yang dia pimpin, sehingga dapat timbul strategi dan ide yang baik dalam bergerak menuju perubahan untuk mencapai tujuan bersama. (2) Kecerdasan emosi. Dalam menjalankan tugasnya, tidak jarang akan sering muncul konfik. Baik antarpengikut atau pemimpin-pengikut. Pemimpin dengan kecerdasan emosi yang baik dapat mengatur emosinya dan dapat menjalankan pekerjaannya dengan kepala dingin. (3) Kecerdasan spiritual. Pemimpin akan berhubungan dengan orang lain, pengikut-pengikutnya, hendaknya dengan bekal etika yang baik sehingga para pengikutnya menaruh respect dan dalam bekerja lebih disegani. Pengikutnya pun akan merasa dihargai karena perilaku baik pemimpinya itu. Bekerja pun dengan senang hati, hasil pun lebih dihargai.
Namun tidak cukup ketiga hal tesebut. Seorang pemimpin tentu harus mempunyai jiwa kepemimpinan, yang merupakan suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang dengan maksud perubahan dan hasil nyata yang mencerminkan pencapaian tujuan bersama. Dalam konteks ini, kunci kepemimpinan lebih kepada “pengaruh”, bukan “kekuasaan”. Jadi seorang pemimpin itu harus mempunyai kapasitas untuk mempengaruhi orang-orang dan membujuk mereka untuk melakukan tuntutan pekerjaan yang membawa mereka ke tujuan perubahan. Bukan hanya berbekal kekuasaan. Bukan sebatas memerintah dan tanpa usaha untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab tentang apa yang mereka kerjakan. Karena sejatinya, suatu pekerjaan itu akan berbuah baik jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Tentunya waktu yang selama ini digunakan untuk mencapai perubahan tersebut tidak ingin terpakai dengan tidak efektif bukan?
Pengaruh itu bukan hubungan satu arah antara pemimpin dan pengikut, melainkan suatu hubungan timbal balik. Dengan hubungan timbal balik inilah, semua perubahan yang terjadi berarti sebagai hasil dari tujuan bersama. Pemimpin mempengaruhi pengikut, begitu juga pengikut dapat mempengaruhi pemimpin, jadi pengikut yang baik bukanlah sekedar “yes people”, namun pengikut yang bisa memberikan masukan atau kritik, agar pekerjaan yang dilakukan mereka itu memang bukan hanya atas kehendak/perintah pemimpin. Hal ini karena tujuan perubahan yang diinginkan pun adalah tujuan bersama. Dengan begitu, kesadaran akan tanggung jawab juga akan tumbuh dengan sendirinya pada para pengikut. Tanggung jawab pribadi dan integritas pemimpin dan pengikut itu penting.
Selain itu, fungsi kepemimpinan yang efekif akan terwujud jika pemimpin menjadi bagian di dalam situasi sosial kehidupan para pengikutnya. Karena pemimpin yang membuat keputusan dengan memperhatikan situasi sosial pengikutnya akan dirasakan sebagai keputusan bersama yang menjadi tanggung jawab bersama pula dalam melaksanakannya.
Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dalam perubahan itu besar peranannya dalam mempengaruhi, bukan menguasai. Hal ini karena pemimpin bertindak sebagai seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Bukan tujuan pribadi yang dicapai dengan alat “para pengikut”. Disinilah pentingnya rasa tanggung jawab pada setiap para pelaku perubahan dalam bergerak untuk mencapai perubahan (tujuan).
Setiap kalian adalah pemimpin. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Alhamdulillah.
THE YOUTH FOR FUTURE INDONESIA
Dibuat sebagai salah satu syarat menjadi peserta LKMM Wilayah II ISMKI 2011. <-- ini prolog kaya di halaman judul skripsi hahaha :p
Indonesia, negara yang kaya akan budaya, suku dan sumber daya alam. Merupakan faktor predisposisi yang sangat bagus untuk berkembang menjadi negara maju nan makmur. Tapi pada kenyataannya? Sepertinya ada yang salah.
Masalah krisis keteladanan pemimpin. Bagaimanapun juga, betul peribahasa jawa yang berbunyi “Ing Ngarso Sung Tuladha”. Setiap yang di depan harus memberi contoh. Setiap pemimpin diharapkan bisa memberikan teladan bagi para pengikutnya. Sehingga mereka yang mengikutinya pun mempunyai rasa bangga tersendiri dan pasti akan lebih mudah diajak untuk bekerja sama. Jika pemimpinnya saja tidak baik, secara langsung maupun tidak langsung pasti akan mempengaruhi para pengikutnya.
Lihat pemimpin-pemimpin di negara kita yang melakukan korupsi, berbicara tanpa bisa menahan emosi, melakukan tindakan yang kurang enak dipandang publik seperti menonton video senonoh, dll. Meskipun kita tidak tahu apakah tindakan mereka itu bisa dibenarkan atau tidak, namun pandangan masyarakat sudah terlanjur tidak baik. Sebagai pemuda, hendaklah kita mengkritisi hal tersebut. Belajar dari yang telah dilakukan, dan kalau kita menggangapnya sebagai suatu tindakan yang tidak baik, maka seyogyanya perbaikilah hal tersebut. Karena apa? Karena kita pemuda, calon pemimpin masa depan.
Sudah? Hanya itu? Tidak.
Perkembangan teknologi yang melesat jauh ini membuat berbagai efek positif maupun negatif. Salah satu cotoh dampak negatifnya, banyak sekali anak-anak mulai dari SD sampai SMP, atau bahkan mungkin sampai SMA yang bolos sekolah hanya untuk bermain game-online di warnet. Hal ini sangat mempengaruhi kebiasaan mereka, karena sifatnya yang sangat adiktif. Selain itu, maraknya situs-situs yang merusak moral juga semakin merajalela. Social-networking yang seharusnya semakin mendekatkan selaturahmi dan informasi ini juga digunakan sebagai ajang penipuan, penculikan, dll. Kemudian masalah orang-orang yang “terlalu pandai” membobol ATM dengan memanipulasi data. Kemajuan teknologi yang diharapkan mampu memajukan bangsa ini malah disalahgunakan. Apa yang bisa kita lakukan?
Meningkatkan kesadaran kepada setiap individu tentang bagaimana teknologi-teknologi tersebut seharusnya digunakan adalah kuncinya. Mungkin bisa lewat edukasi di sekolah-sekolah, penempelan poster-poster, atau mungkin yang lebih ekstrim, para pemilik warnet hendaknya memasang sistem filter yang bagus untuk para pengguna di bawah umur dan membatasi pengguna warnetnya dengan tidak membolehkan siswa yang masih berseragam/masih jam sekolah untuk menggunakan warnetnya.
Masih adakah yang melenceng? Ada.
Banyaknya pengangguran, kriminalitas, kemerosotan karakter, pergaulan bebas, narkoba, penularan penyakit, masalah pendidikan dan masalah lainnya juga masih mengancam negeri ini. Budaya barat yang seharusnya difilter dengan baik ternyata dikultur dengan tanpa memperhatikan norma bangsa ketimuran. Memang, globalisasi. Tapi hendaklah kita mampu membedakan mana yang bagus untuk ditiru dan mana yang tidak. Apalagi sebagai pemuda, sudah sepantasnya bertindak dewasa. Bukan hanya membedakan yang baik dan yang buruk, tapi harus bisa memilih yang paling baik diantara yang baik.
Menjaga pergaulan menjadi hal yang mutlak dilakukan karena lingkungan adalah pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sebagai pemuda yang berilmu juga hendaknya mampu membagikan ilmunya bagi orang-orang yang belum mampu mengais pendidikan. Misal, untuk mahasiswa sastra mungkin bisa memberikan ilmu tentang menulis. Mahasiswa peternakan, memberi tahu teknik berternak yang baik, begitu juga kita misalnya, mahasiswa kedokteran memberikan bantuan balai pengobatan gratis untuk masyarakat yang kurang mampu.
Peran pemuda sangat berarti bagi bangsa karena pemudalah yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus. Maju tidaknya bangsa ini ditentukan oleh generasi muda, generasi produktif. Untuk itulah, kualitas pemuda harus baik dari seluruh aspek (pendidikan, moral, dll). Solusi yang mungkin bisa dilakukan pemerintah yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan, menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk masa depan yang lebih baik, salah satunya dengan menurunkan biaya pendidikan. Kemudian menggencarkan gerakan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dan koperasi untuk peminjaman modal usaha. Menyelenggarakan kursus-kursus keterampilan untuk masyarakat yang tidak sempat mendapatkan pendidikan formal dan sudah terlalu lanjut usia untuk mendapatkannya.
Dan yang menjadi core dari semua ini adalah kepemimpinan. Memang semuanya mau jadi presiden?
Kepemimpinan tidak sebatas menjadi presiden. Semua orang itu pemimpin, terutama untuk dirinya sendiri. Apalagi kita, pemuda, calon pemimpin masa depan. Jadi memang jiwa kepemimpinan sudah harus terpatri pada proses ini.
Semangat kontribusi!
[ Read More ]
Indonesia, negara yang kaya akan budaya, suku dan sumber daya alam. Merupakan faktor predisposisi yang sangat bagus untuk berkembang menjadi negara maju nan makmur. Tapi pada kenyataannya? Sepertinya ada yang salah.
Masalah krisis keteladanan pemimpin. Bagaimanapun juga, betul peribahasa jawa yang berbunyi “Ing Ngarso Sung Tuladha”. Setiap yang di depan harus memberi contoh. Setiap pemimpin diharapkan bisa memberikan teladan bagi para pengikutnya. Sehingga mereka yang mengikutinya pun mempunyai rasa bangga tersendiri dan pasti akan lebih mudah diajak untuk bekerja sama. Jika pemimpinnya saja tidak baik, secara langsung maupun tidak langsung pasti akan mempengaruhi para pengikutnya.
Lihat pemimpin-pemimpin di negara kita yang melakukan korupsi, berbicara tanpa bisa menahan emosi, melakukan tindakan yang kurang enak dipandang publik seperti menonton video senonoh, dll. Meskipun kita tidak tahu apakah tindakan mereka itu bisa dibenarkan atau tidak, namun pandangan masyarakat sudah terlanjur tidak baik. Sebagai pemuda, hendaklah kita mengkritisi hal tersebut. Belajar dari yang telah dilakukan, dan kalau kita menggangapnya sebagai suatu tindakan yang tidak baik, maka seyogyanya perbaikilah hal tersebut. Karena apa? Karena kita pemuda, calon pemimpin masa depan.
Sudah? Hanya itu? Tidak.
Perkembangan teknologi yang melesat jauh ini membuat berbagai efek positif maupun negatif. Salah satu cotoh dampak negatifnya, banyak sekali anak-anak mulai dari SD sampai SMP, atau bahkan mungkin sampai SMA yang bolos sekolah hanya untuk bermain game-online di warnet. Hal ini sangat mempengaruhi kebiasaan mereka, karena sifatnya yang sangat adiktif. Selain itu, maraknya situs-situs yang merusak moral juga semakin merajalela. Social-networking yang seharusnya semakin mendekatkan selaturahmi dan informasi ini juga digunakan sebagai ajang penipuan, penculikan, dll. Kemudian masalah orang-orang yang “terlalu pandai” membobol ATM dengan memanipulasi data. Kemajuan teknologi yang diharapkan mampu memajukan bangsa ini malah disalahgunakan. Apa yang bisa kita lakukan?
Meningkatkan kesadaran kepada setiap individu tentang bagaimana teknologi-teknologi tersebut seharusnya digunakan adalah kuncinya. Mungkin bisa lewat edukasi di sekolah-sekolah, penempelan poster-poster, atau mungkin yang lebih ekstrim, para pemilik warnet hendaknya memasang sistem filter yang bagus untuk para pengguna di bawah umur dan membatasi pengguna warnetnya dengan tidak membolehkan siswa yang masih berseragam/masih jam sekolah untuk menggunakan warnetnya.
Masih adakah yang melenceng? Ada.
Banyaknya pengangguran, kriminalitas, kemerosotan karakter, pergaulan bebas, narkoba, penularan penyakit, masalah pendidikan dan masalah lainnya juga masih mengancam negeri ini. Budaya barat yang seharusnya difilter dengan baik ternyata dikultur dengan tanpa memperhatikan norma bangsa ketimuran. Memang, globalisasi. Tapi hendaklah kita mampu membedakan mana yang bagus untuk ditiru dan mana yang tidak. Apalagi sebagai pemuda, sudah sepantasnya bertindak dewasa. Bukan hanya membedakan yang baik dan yang buruk, tapi harus bisa memilih yang paling baik diantara yang baik.
Menjaga pergaulan menjadi hal yang mutlak dilakukan karena lingkungan adalah pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sebagai pemuda yang berilmu juga hendaknya mampu membagikan ilmunya bagi orang-orang yang belum mampu mengais pendidikan. Misal, untuk mahasiswa sastra mungkin bisa memberikan ilmu tentang menulis. Mahasiswa peternakan, memberi tahu teknik berternak yang baik, begitu juga kita misalnya, mahasiswa kedokteran memberikan bantuan balai pengobatan gratis untuk masyarakat yang kurang mampu.
Peran pemuda sangat berarti bagi bangsa karena pemudalah yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus. Maju tidaknya bangsa ini ditentukan oleh generasi muda, generasi produktif. Untuk itulah, kualitas pemuda harus baik dari seluruh aspek (pendidikan, moral, dll). Solusi yang mungkin bisa dilakukan pemerintah yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan, menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk masa depan yang lebih baik, salah satunya dengan menurunkan biaya pendidikan. Kemudian menggencarkan gerakan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dan koperasi untuk peminjaman modal usaha. Menyelenggarakan kursus-kursus keterampilan untuk masyarakat yang tidak sempat mendapatkan pendidikan formal dan sudah terlalu lanjut usia untuk mendapatkannya.
Dan yang menjadi core dari semua ini adalah kepemimpinan. Memang semuanya mau jadi presiden?
Kepemimpinan tidak sebatas menjadi presiden. Semua orang itu pemimpin, terutama untuk dirinya sendiri. Apalagi kita, pemuda, calon pemimpin masa depan. Jadi memang jiwa kepemimpinan sudah harus terpatri pada proses ini.
Semangat kontribusi!
Subscribe to:
Posts (Atom)
















