Ini video CIMSA yang diputar saat penutupan konferensi tentang kampanye kolaborasi interprofesi HPEQ (Heath Professionals Education Quality) Conference di Bali kemarin :)
Showing posts with label Kontribusi. Show all posts
Showing posts with label Kontribusi. Show all posts
Wednesday, December 7, 2011
Wednesday, November 30, 2011
Thursday, October 20, 2011
Wednesday, September 28, 2011
LKMM ISMKI Wilayah II - 4th Generation Popcorn
Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Wilayah II
Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia 2011
Popcorn 4th Generation!
Di sebuah tempat yang sejuk, jauh dari kebisingan kota metropolitan, dimana beberapa sosok manusia akan menggemparkan bangsa ini dengan ide-ide cemerlang mereka. Dimulai dengan perkenalan yang menghangatkan suasana dinginnya daerah perbukitan. Belajar menjadi sosok pemimpin yang inisiatif, mandiri, dan nasionalis. Beberapa hari terjalin kekeluargaan yang harmonis dengan membawa mimpi-mimpi kecil dari hati dan pikiran mereka masing-masing. Terbentuklah sebuah keluarga LKMM 4th Generation yang bernama Popcorn (Perkumpulan orang-orang paling cool, religius, dan nasionalis).
Filosofi Popcorn merupakan beberapa biji jagung yang terkumpul dalam suatu wadah. Kemudian, diolah sedemikian rupa dengan alat yang canggih dan modern sehingga menjadi makanan yang tampak nikmat dan lezat. Seperti halnya manusia, dimana ada 58 calon pemimpin yang beruntung dengan pemikiran kritis mereka dibentuk dalam sebuah sarana pembelajaran kepemimpinan dan manajemen. Hingga terbentuknya seorang pemimpin generasi penerus bangsa seperti berkembangnya jagung menjadi popcorn.
Lambang Popcorn digambarkan sebagai wadah dimana didalamnya terdapat pemimpin-pemimpin yang siap menyalurkan aspirasi rakyat Indonesia untuk ditampung dalam wadah tersebut. Hingga tak tercukupi lagi, kemudian direalisasikanlah aspirasi, pemikiran, ide, dan gagasan yang bertujuan untuk MENGABDI kepada MASYARAKAT dan berKONTRIBUSI kepada BANGSA INDONESIA.
PUSAKA (Perwujudan Nasionalisme dalam Asa dan Karya)
Tanggal 17 Agustus adalah hari Kemerdekaan Indonesia. Di hari ini, semua orang kembali mengenang perjuangan, kembali mengenang para pahlawan kita, kembali mengenang veteran. Kita berpikir bagaimana bersyukurnya kita karena para pejuang itu. Tetapi, pernahkah kita berpikir apakah yang mereka harapkan dari perjuangan mereka dulu itu? Apakah yang mereka kira akan mereka dapatkan dari hasil perjuangan mereka? Apa yang telah kita persembahkan kepada mereka sebagai tanda terima kasih kita?
Untuk itu, kami generasi IV LKMM ISMKI wilayah 2 ‘Popcorn‘ mengadakan sebuah aksi berbentuk diskusi nasionalisme bersama dengan para veteran yang akan kami laksanakan tanggal 20 Agustus 2011 di Markas Cabang Legiun Veteran Kota Bandung.
Kami akan menemukan kembali perjalanan mereka dalam memperjuangkan Indonesia. Kami akan bertukar keluh kesah dengan mereka, seputar negara tercinta, tentunya. Kami berikan persembahan kami sebagai wujud terima kasih kepada mereka. Namun, perjuangan tidak akan berakhir hanya di mereka saja. Kami akan membawakan amanat-amanat dari mereka untuk kita, para pejuang muda Indonesia. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka, saudaraku pemuda pemudi Indonesia! Jika bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi yang punya ide-ide untuk membangun negara ini?
Bapak Hasan, seorang mantan narapidana dari Nusa Kambangan, menekankan bahwa generasi muda harus dibina. Generasi muda merupakan kunci dari masa depan bangsa ini. Generasi muda harus dibentuk menjadi generasi yang patut diteladani, dengan sejuta ide brilian, agar masa depan bangsa kita tidak terancam. Generasi muda, generasi muda, generasi muda. Siapakah generasi muda ini? Kita.Pemuda-pemudi Indonesia. Sekarang kembali ke kita. Ada berapa orang yang peduli akan negaranya? Siapa yang peduli tentang kelangsungan hidup saudara-saudaranya? Siapa yang ingin lebih makmur?
LOMBA ESAI DAN FOTOGRAFI - POPCORN
1. Tema lomba Esai dan Fotografi adalah “Gagasan Pemuda Indonesia untuk Bangsa”.
2. Peserta lomba Esai dan Fotografi adalah mahasiswa aktif dari seluruh universitas di Indonesia.
3. Karya yang dikirim adalah belum pernah diikutkan lomba dan dipublikasikan di media cetak atau online apapun.
4. Karya yang dikirim ke Panitia tidak dikembalikan dan menjadi koleksi Panitia. Panitia diberikan hak dan wewenang untuk mempublikasikan setiap karya yang terdaftar dengan tetap mencantumkan nama pembuatnya.
5. Dengan mengirimkan karya berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia
6. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila diketahui melakukan kecurangan.
7. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
KETENTUAN LOMBA ESAI
1. Esai berisi gagasan konkret mengenai hal yang dapat dilakukan oleh pemuda untuk Indonesia sesuai dengan bidang yang dikuasainya untuk memperbaiki keadaan pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial kemasyarakatan, politik, ekonomi, hukum dan lain-lain.
2. Ketentuan penulisan esai ilmiah:
a. Naskah esai diketik sebanyak 2.500-3.500 karakter.
b. Esai diketik dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
c. Esai diketik dengan 1,5 spasi pada kertas berukuran HVS A4 jenis huruf Times New Roman dan ukuran font 12
d. Batas pengetikan: kiri 4 cm, kanan, atas dan bawah 3 cm.
e. Judul diketik dengan huruf kapital.
f. Di bawah judul disertakan nama penulis.
KETENTUAN LOMBA FOTOGRAFI
1. Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah hasil pemotretan menggunakan kamera digital atau kamera analog (kamera film).
2. Olah digital sebatas kamar gelap diperbolehkan.
3. Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto atau menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto.
4. Setiap foto harus dilengkapi secara terpisah berupa identitas diri peserta seperti: nama fotografer, judul foto, dan deskripsi singkat karya.
5. Foto dicetak ukuran 10R. Softcopy dimasukkan ke dalam CD dan dikirim bersamaan cetakan foto.
REGISTRASI DAN PENGUMPULAN KARYA
1. Peserta membayar biaya registrasi pendaftaran sebesar Rp 25.000,00 untuk setiap karya melalui:
· Tiara Mangera Sarambu Bank Mandiri no. Rekening 1450006867655
(Pembayaran dapat dilakukan secara kolektif dan ditransfer bersamaan dengan biaya pendaftaran karya lain)
2. Bukti pembayaran biaya registrasi disertakan bersama karya dan dikonfirmasikan via sms kepada Asiah Abdillah di nomor 085759940209.
3. Karya Esai dan Foto dicetak rangkap 3 (tiga) disertai dengan fotokopi KTM dan KTP/SIM/Paspor) serta biodata singkat: nama, alamat lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail dan CV singkat.
4. Kelengkapan di atas dimasukkan ke dalam amplop tertutup dan dikirimkan ke Sekretariat Panita Lomba GPIB a/n Juniarto Jaya Pangestu atau Fathimah Sulistyowati via Pos ke alamat: Gedung Senat Mahasiswa FKUI, Jl. Salemba Raya 6 Jakarta Pusat 10430 .
5. Pada sudut kiri atas amplop, tuliskan “Lomba Esai dan Fotografi GPIB”
6. Karya diterima paling lambat tanggal 28 Oktober 2011.
JADWAL
1. Pengumpulan karya 20 September – 28 Oktober 2011
2. Pengumuman pemenang 9 Desember 2011
3. Grand launching buku dan penyerahan hadiah 18 Desember 2011
TIM JURI
§ Bambang Harymurti, Direktur Utama Tempo Group
§ Pandji Pragiwaksono, Entertainer, penulis buku Nasional.is.me
§ dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ; Anggota DPR RI Komisi IX, penulis, psikiater
§ Arbain Rambey, Fotografer Senior Harian Kompas
§ Darwis Triadi, Fotografer independen
*) Juri sedang dalam konfirmasi
PENGHARGAAN
Dua karya terbaik dari masing-masing cabang lomba akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan dengan rincian sebagai berikut:
1. Juara pertama mendapatkan uang tunai senilai Rp 2.000.000 dan piagam penghargaan
2. Juara kedua mendapatkan uang tunai senilai Rp 1.000.000 dan piagam penghargaan
Selain itu, 20 karya terbaik dari masing-masing cabang perlombaan akan dipublikasikan dalam buku yang kemudian didistribusikan ke universitas-universitas dan mahasiswa di Indonesia. Pemenang pertama dan kedua, dan peserta yang karya-karyanya terpilih untuk dimuat dalam buku akan diundang menjadi pembicara dalam acara Grand Launching sekaligus Bedah Buku ‘Pusaka’.
Contact Person:
Juniarto Pangestu 085719319238
Alvin Rifqi 085651014388
Fathimah Sulistyowati 08568387737
Website: http://popcorn4th.co.nr
Wednesday, August 17, 2011
I love my hometown
Mobil prestisius, Mercedes Benz, menggunakan knalpot buatan Indonesia, yang pengerjaannya sepenuhnya dilakukan di Purbalingga, Jawa Tengah.
[ Read More ]
Friday, June 17, 2011
THE YOUTH FOR FUTURE INDONESIA
Dibuat sebagai salah satu syarat menjadi peserta LKMM Wilayah II ISMKI 2011. <-- ini prolog kaya di halaman judul skripsi hahaha :p
Indonesia, negara yang kaya akan budaya, suku dan sumber daya alam. Merupakan faktor predisposisi yang sangat bagus untuk berkembang menjadi negara maju nan makmur. Tapi pada kenyataannya? Sepertinya ada yang salah.
Masalah krisis keteladanan pemimpin. Bagaimanapun juga, betul peribahasa jawa yang berbunyi “Ing Ngarso Sung Tuladha”. Setiap yang di depan harus memberi contoh. Setiap pemimpin diharapkan bisa memberikan teladan bagi para pengikutnya. Sehingga mereka yang mengikutinya pun mempunyai rasa bangga tersendiri dan pasti akan lebih mudah diajak untuk bekerja sama. Jika pemimpinnya saja tidak baik, secara langsung maupun tidak langsung pasti akan mempengaruhi para pengikutnya.
Lihat pemimpin-pemimpin di negara kita yang melakukan korupsi, berbicara tanpa bisa menahan emosi, melakukan tindakan yang kurang enak dipandang publik seperti menonton video senonoh, dll. Meskipun kita tidak tahu apakah tindakan mereka itu bisa dibenarkan atau tidak, namun pandangan masyarakat sudah terlanjur tidak baik. Sebagai pemuda, hendaklah kita mengkritisi hal tersebut. Belajar dari yang telah dilakukan, dan kalau kita menggangapnya sebagai suatu tindakan yang tidak baik, maka seyogyanya perbaikilah hal tersebut. Karena apa? Karena kita pemuda, calon pemimpin masa depan.
Sudah? Hanya itu? Tidak.
Perkembangan teknologi yang melesat jauh ini membuat berbagai efek positif maupun negatif. Salah satu cotoh dampak negatifnya, banyak sekali anak-anak mulai dari SD sampai SMP, atau bahkan mungkin sampai SMA yang bolos sekolah hanya untuk bermain game-online di warnet. Hal ini sangat mempengaruhi kebiasaan mereka, karena sifatnya yang sangat adiktif. Selain itu, maraknya situs-situs yang merusak moral juga semakin merajalela. Social-networking yang seharusnya semakin mendekatkan selaturahmi dan informasi ini juga digunakan sebagai ajang penipuan, penculikan, dll. Kemudian masalah orang-orang yang “terlalu pandai” membobol ATM dengan memanipulasi data. Kemajuan teknologi yang diharapkan mampu memajukan bangsa ini malah disalahgunakan. Apa yang bisa kita lakukan?
Meningkatkan kesadaran kepada setiap individu tentang bagaimana teknologi-teknologi tersebut seharusnya digunakan adalah kuncinya. Mungkin bisa lewat edukasi di sekolah-sekolah, penempelan poster-poster, atau mungkin yang lebih ekstrim, para pemilik warnet hendaknya memasang sistem filter yang bagus untuk para pengguna di bawah umur dan membatasi pengguna warnetnya dengan tidak membolehkan siswa yang masih berseragam/masih jam sekolah untuk menggunakan warnetnya.
Masih adakah yang melenceng? Ada.
Banyaknya pengangguran, kriminalitas, kemerosotan karakter, pergaulan bebas, narkoba, penularan penyakit, masalah pendidikan dan masalah lainnya juga masih mengancam negeri ini. Budaya barat yang seharusnya difilter dengan baik ternyata dikultur dengan tanpa memperhatikan norma bangsa ketimuran. Memang, globalisasi. Tapi hendaklah kita mampu membedakan mana yang bagus untuk ditiru dan mana yang tidak. Apalagi sebagai pemuda, sudah sepantasnya bertindak dewasa. Bukan hanya membedakan yang baik dan yang buruk, tapi harus bisa memilih yang paling baik diantara yang baik.
Menjaga pergaulan menjadi hal yang mutlak dilakukan karena lingkungan adalah pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sebagai pemuda yang berilmu juga hendaknya mampu membagikan ilmunya bagi orang-orang yang belum mampu mengais pendidikan. Misal, untuk mahasiswa sastra mungkin bisa memberikan ilmu tentang menulis. Mahasiswa peternakan, memberi tahu teknik berternak yang baik, begitu juga kita misalnya, mahasiswa kedokteran memberikan bantuan balai pengobatan gratis untuk masyarakat yang kurang mampu.
Peran pemuda sangat berarti bagi bangsa karena pemudalah yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus. Maju tidaknya bangsa ini ditentukan oleh generasi muda, generasi produktif. Untuk itulah, kualitas pemuda harus baik dari seluruh aspek (pendidikan, moral, dll). Solusi yang mungkin bisa dilakukan pemerintah yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan, menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk masa depan yang lebih baik, salah satunya dengan menurunkan biaya pendidikan. Kemudian menggencarkan gerakan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dan koperasi untuk peminjaman modal usaha. Menyelenggarakan kursus-kursus keterampilan untuk masyarakat yang tidak sempat mendapatkan pendidikan formal dan sudah terlalu lanjut usia untuk mendapatkannya.
Dan yang menjadi core dari semua ini adalah kepemimpinan. Memang semuanya mau jadi presiden?
Kepemimpinan tidak sebatas menjadi presiden. Semua orang itu pemimpin, terutama untuk dirinya sendiri. Apalagi kita, pemuda, calon pemimpin masa depan. Jadi memang jiwa kepemimpinan sudah harus terpatri pada proses ini.
Semangat kontribusi!
[ Read More ]
Indonesia, negara yang kaya akan budaya, suku dan sumber daya alam. Merupakan faktor predisposisi yang sangat bagus untuk berkembang menjadi negara maju nan makmur. Tapi pada kenyataannya? Sepertinya ada yang salah.
Masalah krisis keteladanan pemimpin. Bagaimanapun juga, betul peribahasa jawa yang berbunyi “Ing Ngarso Sung Tuladha”. Setiap yang di depan harus memberi contoh. Setiap pemimpin diharapkan bisa memberikan teladan bagi para pengikutnya. Sehingga mereka yang mengikutinya pun mempunyai rasa bangga tersendiri dan pasti akan lebih mudah diajak untuk bekerja sama. Jika pemimpinnya saja tidak baik, secara langsung maupun tidak langsung pasti akan mempengaruhi para pengikutnya.
Lihat pemimpin-pemimpin di negara kita yang melakukan korupsi, berbicara tanpa bisa menahan emosi, melakukan tindakan yang kurang enak dipandang publik seperti menonton video senonoh, dll. Meskipun kita tidak tahu apakah tindakan mereka itu bisa dibenarkan atau tidak, namun pandangan masyarakat sudah terlanjur tidak baik. Sebagai pemuda, hendaklah kita mengkritisi hal tersebut. Belajar dari yang telah dilakukan, dan kalau kita menggangapnya sebagai suatu tindakan yang tidak baik, maka seyogyanya perbaikilah hal tersebut. Karena apa? Karena kita pemuda, calon pemimpin masa depan.
Sudah? Hanya itu? Tidak.
Perkembangan teknologi yang melesat jauh ini membuat berbagai efek positif maupun negatif. Salah satu cotoh dampak negatifnya, banyak sekali anak-anak mulai dari SD sampai SMP, atau bahkan mungkin sampai SMA yang bolos sekolah hanya untuk bermain game-online di warnet. Hal ini sangat mempengaruhi kebiasaan mereka, karena sifatnya yang sangat adiktif. Selain itu, maraknya situs-situs yang merusak moral juga semakin merajalela. Social-networking yang seharusnya semakin mendekatkan selaturahmi dan informasi ini juga digunakan sebagai ajang penipuan, penculikan, dll. Kemudian masalah orang-orang yang “terlalu pandai” membobol ATM dengan memanipulasi data. Kemajuan teknologi yang diharapkan mampu memajukan bangsa ini malah disalahgunakan. Apa yang bisa kita lakukan?
Meningkatkan kesadaran kepada setiap individu tentang bagaimana teknologi-teknologi tersebut seharusnya digunakan adalah kuncinya. Mungkin bisa lewat edukasi di sekolah-sekolah, penempelan poster-poster, atau mungkin yang lebih ekstrim, para pemilik warnet hendaknya memasang sistem filter yang bagus untuk para pengguna di bawah umur dan membatasi pengguna warnetnya dengan tidak membolehkan siswa yang masih berseragam/masih jam sekolah untuk menggunakan warnetnya.
Masih adakah yang melenceng? Ada.
Banyaknya pengangguran, kriminalitas, kemerosotan karakter, pergaulan bebas, narkoba, penularan penyakit, masalah pendidikan dan masalah lainnya juga masih mengancam negeri ini. Budaya barat yang seharusnya difilter dengan baik ternyata dikultur dengan tanpa memperhatikan norma bangsa ketimuran. Memang, globalisasi. Tapi hendaklah kita mampu membedakan mana yang bagus untuk ditiru dan mana yang tidak. Apalagi sebagai pemuda, sudah sepantasnya bertindak dewasa. Bukan hanya membedakan yang baik dan yang buruk, tapi harus bisa memilih yang paling baik diantara yang baik.
Menjaga pergaulan menjadi hal yang mutlak dilakukan karena lingkungan adalah pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sebagai pemuda yang berilmu juga hendaknya mampu membagikan ilmunya bagi orang-orang yang belum mampu mengais pendidikan. Misal, untuk mahasiswa sastra mungkin bisa memberikan ilmu tentang menulis. Mahasiswa peternakan, memberi tahu teknik berternak yang baik, begitu juga kita misalnya, mahasiswa kedokteran memberikan bantuan balai pengobatan gratis untuk masyarakat yang kurang mampu.
Peran pemuda sangat berarti bagi bangsa karena pemudalah yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus. Maju tidaknya bangsa ini ditentukan oleh generasi muda, generasi produktif. Untuk itulah, kualitas pemuda harus baik dari seluruh aspek (pendidikan, moral, dll). Solusi yang mungkin bisa dilakukan pemerintah yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan, menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk masa depan yang lebih baik, salah satunya dengan menurunkan biaya pendidikan. Kemudian menggencarkan gerakan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dan koperasi untuk peminjaman modal usaha. Menyelenggarakan kursus-kursus keterampilan untuk masyarakat yang tidak sempat mendapatkan pendidikan formal dan sudah terlalu lanjut usia untuk mendapatkannya.
Dan yang menjadi core dari semua ini adalah kepemimpinan. Memang semuanya mau jadi presiden?
Kepemimpinan tidak sebatas menjadi presiden. Semua orang itu pemimpin, terutama untuk dirinya sendiri. Apalagi kita, pemuda, calon pemimpin masa depan. Jadi memang jiwa kepemimpinan sudah harus terpatri pada proses ini.
Semangat kontribusi!
Subscribe to:
Posts (Atom)







